Wamenhaj Sentil Petugas Haji Fokus Layani Jemaah: Bukan Nebeng Naik Haji!

Oleh: Kiswondari
Kamis, 08 Januari 2026 | 16:41 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak ingatkan petugas haji fokus layani jemaah, bukan 'nebeng' haji. (Foto/Instagram Dahnil)
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak ingatkan petugas haji fokus layani jemaah, bukan 'nebeng' haji. (Foto/Instagram Dahnil)

BeritaNasional.com - Pada Training of Trainer (ToT) petugas haji 1447 H/2026 M, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan seluruh petugas haji harus menjadikan pelayanan jemaah sebagai fokus utama, bukan memanfaatkan penugasan untuk menunaikan ibadah haji semata.

“Ini kan, banyak juga kritik dari teman-teman publik, jemaah, segala macam terkait dengan komitmen pelayanan. Nah, jadi kita ingin pastikan semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jamaah, bukan nebeng naik haji,” ujar Dahnil saat menutup Training of Trainer (ToT) petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026). 

Menurut Dahnil, berdasarkan pengalaman sebelumnya, masih ditemukan petugas yang memiliki motivasi utama untuk beribadah haji, padahal tugas utama petugas haji menuntut pengorbanan waktu, tenaga dan fisik yang sangat besar.

“Petugas haji itu bekerja hampir tanpa henti. Kerjanya bisa 25 jam, mayoritas kerja fisik. Jadi, kalau mau fokus ibadah, ya jangan jadi petugas,” ujarnya.

Selain meluruskan orientasi, Dahnil menjelaskan, bimbingan teknis petugas haji yang akan dimulai pada 10 Januari 2026 hingga sebulan ke depan juga menekankan integritas, kedisiplinan, dan kekompakan tim. Menurutnya, persoalan kerja tim dan koordinasi menjadi catatan serius dalam evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya.

“Pelayanan di Madinah dan Makkah itu kerja tim. Kalau kedisiplinan dan koordinasi bermasalah, jamaah yang dirugikan,” ujarnya. 

Untuk memperkuat kedisiplinan dan koordinasi, kata dia, Kemenhaj pun mengadopsi pendekatan pelatihan militer, termasuk simulasi pelayanan di Tanah Haram dan Masyair, serta uji fisik.

“Kami ingin petugas yang siap secara mental, fisik, dan waktu. Kalau merasa tidak siap, lebih baik tidak ikut, karena yang ingin jadi petugas haji itu jutaan orang,” ujar Dahnil.

Mantan Juru Bicara (Jubir) Prabowo Subianto ini menegaskan, petugas haji merupakan inti dari pelayanan haji, sehingga hanya mereka yang memiliki dedikasi penuh yang akan diberi amanah.

Dalam kesempatan itu, Dahnil turut mengungkapkan jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri tahun ini yang ditambah hingga dua kali lipat atas arahan Presiden Prabowo Subianto, menyusul kinerja yang dinilai disiplin dan bertanggung jawab. Selain penambahan personel, Kemenhaj juga menyiapkan sistem penghargaan bagi petugas haji berprestasi.

“Ukuran keberhasilan petugas haji adalah dedikasinya melayani jamaah. Bukan seberapa banyak ibadah pribadinya, tetapi seberapa baik ia melayani,” terangnya. 

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: