BGN Minta SPPG Tak Perlu Paksakan Susu dalam Menu MBG, Ini Alasannya!
BeritaNasional.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih mengutamakan penggunaan produk segar dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, khusus untuk susu, SPPG tidak perlu memaksakan memberikan susu jika tidak terdapat sumber lokal yang mumpuni.
"Untuk daerah-daerah yang ada sapi perahnya kami izinkan mereka memberikan susunya, tapi bagi mereka yang jauh sapi perahnya dan belum ada, saya kira tidak perlu dipaksakan menggunakan susu. Bisa diganti dengan sumber kalsium lainnya," kata Dadan dalam peninjauan ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).
Dadan juga menegaskan bahwa BGN tidak mengizinkan penggunaan produk impor untuk digunakan dalam menu MBG, yang menyasar ibu hamil dan menyusui, balita serta anak-anak sekolah.
"Jadi kalau misalnya mau memberikan susu maka dari satu daerah itu harus paling tidak ada sapi perahnya. Bisa dari daerah lain juga bisa mengambil dari luar untuk diternakkan sapinya," tambah Dadan.
Dalam kesempatan itu, Dadan pun memastikan bahwa Program MBG akan tetap berjalan selama bulan Ramadhan, terutama untuk ibu hamil, menyusui dan anak balita sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.
Khusus untuk menekan stunting, dia menambahkan, BGN sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberikan tidak hanya sekedar makan bergizi tapi memastikan kebutuhan khusus anak-anak.
"Termasuk juga kebutuhan untuk anak sekolah, karena tidak semua anak kan seneng nasi. Yang punya kebutuhan khusus kita juga perhatikan, tidak semua anak bisa makan telur karena ada yang alergi. Jadi setiap SPPG memiliki ahli gizi yang bisa mengidentifikasi kebutuhan masing-masing anak untuk gizi seimbang dengan menu yang bervariasi," tandas Dadan.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







