Normalisasi Sungai Jadi Prioritas, Ini 4 PR Pascabencana Sumatera

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyapa anak-anak saat mengunjungi posko pengungsian di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Presiden Prabowo Subianto menyapa anak-anak saat mengunjungi posko pengungsian di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Ketua Posko Satuan Tugas Pemulihan Bencana (Satgas Galapana) DPR RI TA Khalid mengungkapkan empat persoalan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.

Hal tersebut disampaikan Khalid dalam rapat koordinasi penanganan bencana Sumatera yang diikuti DPR dan pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Khalid, persoalan paling mendesak adalah normalisasi sungai yang dinilai berpotensi memicu banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

“Yang perlu diselesaikan segera adalah persoalan sungai. Sungai-sungai yang berpotensi menimbulkan banjir susulan,” kata Khalid.

Ia menjelaskan sejumlah sungai masih dipenuhi material sisa bencana, sehingga hujan dengan intensitas singkat berpotensi kembali menyebabkan banjir.

“Karena masih ada kayu dan material lainnya, begitu hujan satu jam bisa terjadi banjir. Sungai ini yang harus kita kejar lebih dulu,” ujarnya.

Masalah kedua yang disoroti adalah akses jalan menuju wilayah terdampak. Saat ini, upaya masih difokuskan untuk membuka jalur transportasi ke daerah-daerah yang sempat terisolasi akibat bencana.

Persoalan ketiga berkaitan dengan penyediaan hunian sementara (huntara). Pemerintah bersama Satgas menargetkan pembangunan sekitar 15 ribu unit huntara bagi warga terdampak.

“Kemudian ada persoalan huntara yang harus cepat diselesaikan. Ada kendala pengangkutan karena harus melalui jalur darat. Galapana berkoordinasi dengan Angkatan Udara, alhamdulillah kemarin sudah masuk melalui pesawat Hercules,” jelas Khalid.

Adapun persoalan terakhir yang perlu segera ditangani adalah pembersihan lumpur di rumah-rumah warga terdampak banjir dan longsor. Menurut Khalid, langkah ini penting untuk menekan kebutuhan hunian sementara.

“Kemudian pembersihan lokasi dan rumah masyarakat yang mengalami kerusakan ringan. Jika bisa dibersihkan, mereka mungkin tidak perlu huntara,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: