Susul Indonesia, Malaysia Blokir Grok karena Marak Penyebaran Konten Dewasa
BeritaNasional.com - Pemerintah Malaysia melalui Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) resmi memblokir sementara akses ke Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) besutan xAI.
Langkah tegas ini diambil menyusul kekhawatiran mendalam terkait maraknya pembuatan dan penyebaran konten cabul serta eksploitasi seksual melalui platform tersebut.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (11/1/2026), MCMC menegaskan pemblokiran ini merupakan buntut dari peringatan keras yang tidak diindahkan oleh pihak pengembang.
Penyalahgunaan Konten Terhadap Perempuan dan Anak
MCMC mengungkapkan bahwa keputusan ini tidak diambil secara tiba-tiba. Sebelumnya, pihak regulator telah melayangkan pemberitahuan resmi kepada X Corp dan xAI LLC pada 3 dan 8 Januari 2026.
Pihak Malaysia menuntut adanya penerapan langkah perlindungan teknis guna menyaring konten yang dihasilkan oleh AI tersebut.
"Tindakan ini menyusul penyalahgunaan Grok yang berulang kali untuk menghasilkan gambar-gambar cabul, eksplisit secara seksual, tidak senonoh, sangat menyinggung, dan hasil manipulasi tanpa persetujuan," tulis MCMC dalam pernyataan resminya.
Pemerintah Malaysia sangat menyoroti adanya konten hasil manipulasi yang melibatkan korban dari kalangan perempuan serta anak di bawah umur.
Blokir Berlaku Hingga Sistem Keamanan Diperbaiki
Pemblokiran ini bersifat sementara namun akan tetap berlaku hingga xAI mampu membuktikan adanya sistem perlindungan yang efektif.
Larangan ini disebut sebagai tindakan pencegahan yang wajar sembari proses legislasi dan regulasi di Malaysia terus berjalan.
"Pembatasan akses ke Grok akan tetap berlaku sampai perlindungan yang efektif diterapkan, khususnya untuk mencegah konten yang melibatkan perempuan dan anak-anak," tambah MCMC.
Selain melakukan pemblokiran, otoritas komunikasi Malaysia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif melaporkan jika menemukan konten serupa yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan di platform lain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak xAI maupun Elon Musk selaku pemilik perusahaan belum memberikan komentar resmi terkait pemblokiran di negeri jiran tersebut.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan ruang siber. Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang memutus akses sementara terhadap aplikasi chatbot kecerdasan buatan (AI), Grok.
Langkah berani ini diambil untuk memastikan ruang digital nasional tetap aman dan berjalan sesuai dengan etika yang berlaku.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan tindakan ini adalah respons terhadap ancaman teknologi deepfake.
Ia menyoroti maraknya penyalahgunaan AI untuk menciptakan konten seksual tanpa persetujuan yang sangat mencederai martabat manusia.
"Praktik deepfake bermuatan seksual tanpa persetujuan merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan martabat warga negara," ujar Meutya dalam siaran pers pada Minggu (11/1/2026).
Meutya menjelaskan bahwa fokus utama dari pemutusan akses ini adalah perlindungan kelompok rentan. Konten pornografi palsu yang dihasilkan AI dianggap sebagai risiko nyata yang harus segera ditanggulangi oleh negara.
"Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok,” tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







