Pemadaman Internet Berlanjut, Situasi Teheran Masih Tegang
BeritaNasional.com - Pemadaman internet di ibu kota Iran, Teheran, telah berlangsung lebih dari 70 jam dan memasuki hari keempat. Kondisi tersebut dilaporkan oleh salah satu koresponden kantor berita RIA Novosti.
Dalam laporannya disebutkan bahwa layanan seluler di Teheran mengalami gangguan pada siang hari dan sepenuhnya terhenti pada malam hari. Selain itu, layanan pesan singkat (SMS) juga dilaporkan tidak berfungsi.
Sebelumnya, pada 8 Januari, lembaga pemantau internet NetBlocks menyatakan Iran mengalami pemadaman internet nasional pertama sejak gelombang protes dan aksi mogok merebak di berbagai wilayah. Aksi tersebut dipicu oleh inflasi, penurunan standar hidup, serta melemahnya daya beli masyarakat.
Gelombang protes di Iran mulai pecah pada akhir Desember 2025, menyusul kekhawatiran publik terhadap lonjakan inflasi akibat anjloknya nilai tukar mata uang lokal, rial Iran. Para demonstran menyoroti penurunan nilai mata uang yang berdampak pada kenaikan harga barang grosir maupun eceran.
Di tengah situasi tersebut, Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia kemudian digantikan oleh Abdolnaser Hemmati.
Meski sebagian besar toko di kawasan perkotaan Iran dilaporkan tetap beroperasi pada siang hari, banyak di antaranya terpaksa tutup lebih awal menjelang malam akibat protes yang disertai kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan di sejumlah kota. Pada Sabtu, hampir seluruh toko di Teheran tutup sebelum pukul 18.00 waktu setempat.
Ketegangan juga masih terjadi di beberapa wilayah lain. Di Kota Rasht, ibu kota Provinsi Gilan di barat laut Iran, kerusuhan dilaporkan menyebabkan kebakaran di sebuah pasar tua setempat.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







