Paramount Gugat Warner Bros Terkait Merger dengan Netflix

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 13 Januari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi studio Warner Bros. (Foto/Dok Warner Bros)
Ilustrasi studio Warner Bros. (Foto/Dok Warner Bros)

BeritaNasional.com - Rencana penggabungan dua raksasa hiburan, Warner Bros. Discovery (WBD) dan Netflix, kini memasuki babak baru. 

CEO Paramount David Ellison resmi melayangkan gugatan hukum terhadap WBD di Pengadilan Kanselir Delaware pada Senin (12/1/2025) waktu setempat.

Langkah hukum ini diambil setelah WBD menyetujui tawaran akuisisi dari Netflix senilai USD82,7 miliar (sekitar Rp1.290 triliun) dan menolak tawaran tandingan dari Paramount.

Dalam suratnya kepada pemegang saham, David Ellison menuduh manajemen WBD sengaja menyembunyikan informasi keuangan penting. 

Ia mengeklaim tawaran tunai dari Paramount sebesar USD30 per saham sebenarnya jauh lebih menguntungkan secara finansial dibandingkan kesepakatan dengan Netflix.

"WBD gagal memberikan pengungkapan apa pun tentang bagaimana mereka menilai transaksi Netflix atau apa dasar 'penyesuaian risiko' atas tawaran tunai kami," tulis Ellison. Ia menegaskan bahwa para pemegang saham membutuhkan transparansi ini untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Pekan lalu, dewan direksi WBD menolak tawaran Paramount dengan alasan risiko kegagalan transaksi yang terlalu besar. 

Namun, Ellison bersikeras alasan tersebut hanyalah dalih untuk menghindari kesepakatan dengan pihaknya.

Rencana merger ini tidak hanya memicu perang korporasi, tetapi juga kritik tajam dari ranah politik. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap dominasi Netflix yang kian besar.

Melalui platform Truth Social, Trump membagikan opini bertajuk "Hentikan Pengambilalihan Budaya oleh Netflix". 

Ia memperingatkan bahwa jika merger ini terjadi, Netflix akan menjadi "penjaga gerbang budaya" paling dominan di dunia.

"Ini bisa menjadi masalah besar," ujar Trump.

Gelombang penolakan juga datang dari serikat pekerja dan anggota parlemen AS. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dunia adalah:

  • Kenaikan Biaya: Senator Elizabeth Warren, Bernie Sanders, dan Richard Blumenthal memperingatkan bahwa monopoli ini akan memicu kenaikan harga langganan bagi konsumen di tengah tekanan ekonomi keluarga kelas menengah.
  • Kehilangan Pekerjaan: Industri khawatir konsolidasi besar-besaran ini akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
  • Eksistensi Bioskop: Masa depan perilisan film di bioskop dianggap terancam jika konten film besar beralih sepenuhnya ke jalur streaming.
  • Pelanggaran Antimonopoli: Writers Guild of America (WGA) terus menentang keras akuisisi ini dengan alasan pelanggaran hukum persaingan usaha yang sehat.

Meski CEO Netflix, Greg Peters dan Ted Sarandos, telah mencoba meredakan kekhawatiran publik melalui surat resmi bulan lalu, nampaknya jalan menuju merger ini masih akan dihantam banyak rintangan hukum dan politik di sepanjang tahun 2026.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: