Ternyata Paramount Dapat Suntikan Dana dari Negara Timur Tengah untuk Akuisisi Warner Bros

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 07 April 2026 | 14:14 WIB
Logo Paramount+. (Foto/Tangkapan Layar laman Paramount+)
Logo Paramount+. (Foto/Tangkapan Layar laman Paramount+)

BeritaNasional.com - Paramount Skydance ternyata mendapatkan suntikan dana dari negara-negara Timur Tengah untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD).

Perusahaan yang dipimpin David Ellison ini dilaporkan telah mengamankan pendanaan fantastis senilai hampir USD24 miliar (sekitar Rp380 triliun) dari tiga dana kekayaan negara (sovereign wealth funds) asal Timur Tengah. Yakni, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dilansir dari Variety dan Wall Street Journal pada Selasa (7/4/2026), Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi sepakat menyuntikkan dana USD10 miliar. Sementara itu, sisanya dipenuhi oleh dana negara dari Qatar dan Abu Dhabi guna mendukung kesepakatan bernilai total USD111 miliar tersebut.

Meski pendanaan sudah di depan mata, mega akuisisi ini masih harus melewati rintangan regulasi. Kedua perusahaan memproyeksikan kesepakatan akan rampung pada akhir kuartal ketiga 2026.

Namun, jalur menuju persetujuan diprediksi tidak akan mudah. Kepala divisi antimonopoli Departemen Kehakiman AS, Omeed Assefi, menegaskan bahwa proses ini tidak akan mendapatkan "jalur cepat" atau perlakuan khusus, terlepas dari kedekatan keluarga Ellison dengan lingkaran pemerintahan Trump.

Di sisi lain, WBD telah menjadwalkan rapat pemegang saham khusus pada 23 April 2026 untuk memberikan suara terkait transaksi bersejarah ini.

Dinamika investor juga sempat mengalami pasang surut. Raksasa teknologi Tiongkok, Tencent, yang sebelumnya sempat mundur karena kekhawatiran dewan direksi WBD terkait isu kepemilikan asing, dikabarkan telah bergabung kembali sebagai mitra pendanaan.

Untuk menghindari yurisdiksi komite keamanan nasional AS (CFIUS), Paramount Skydance menyatakan bahwa para investor dari Timur Tengah telah setuju untuk melepaskan hak tata kelola maupun keterwakilan di dewan direksi. 

Karena masing-masing dana memiliki saham kurang dari 25%, pihak eksekutif optimistis hal ini tidak akan memicu peninjauan ketat dari otoritas komunikasi (FCC).

Kritik dari Senat AS

Kendati demikian, langkah ini tetap mengundang reaksi keras dari sejumlah politisi di Washington. Tujuh senator dari Partai Demokrat telah mendesak FCC untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap masuknya modal asing dalam kesepakatan ini. Senator Elizabeth Warren dan Richard Blumenthal juga mengkritik Departemen Keuangan karena dianggap belum memulai tinjauan keamanan nasional yang mendalam.

Keterlibatan dana dari Timur Tengah ini secara signifikan mengurangi beban ekuitas yang harus ditanggung oleh Larry Ellison. 

Pendiri Oracle sekaligus ayah dari David Ellison tersebut sebelumnya telah berkomitmen memberikan dukungan dana hingga USD46,7 miliar untuk memenangkan akuisisi WBD setelah Netflix memilih mundur dari persaingan.

Jika berhasil, penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery akan menjadi salah satu konsolidasi media terbesar dalam sejarah industri hiburan global.

Sumber: Varietysinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: