Kebutuhan Listrik Data Center dan Kripto Dongkrak Emisi AS
BeritaNasional.com - Emisi gas rumah kaca Amerika Serikat kembali meningkat setelah dua tahun berturut-turut mengalami penurunan.
Kenaikan ini dipicu oleh cuaca dingin ekstrem pada awal 2025 serta melonjaknya kebutuhan listrik, terutama dari pusat data dan aktivitas kripto.
Laporan terbaru Rhodium Group yang dirilis Selasa mencatat, meski kapasitas tenaga surya tumbuh pesat sepanjang tahun lalu, total emisi gas rumah kaca justru naik 2,4 persen. Angka tersebut bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi AS.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa emisi pada 2025 tumbuh lebih cepat dibandingkan ekonomi nasional. Produk domestik bruto (PDB) riil diperkirakan hanya meningkat 1,9 persen, sehingga mematahkan tren pemisahan antara pertumbuhan ekonomi dan penurunan emisi yang terjadi dalam dua tahun sebelumnya.
Lonjakan emisi terutama berasal dari sektor bangunan dan pembangkit listrik. Musim dingin yang lebih ekstrem meningkatkan kebutuhan pemanas dan konsumsi bahan bakar. Di saat yang sama, harga gas yang lebih tinggi serta permintaan listrik yang kuat mendorong peningkatan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
Akibat kondisi tersebut, konsumsi batu bara di AS tercatat melonjak 13 persen sepanjang tahun lalu. Suhu rendah yang tidak biasa pada awal 2025 juga membuat konsumsi bahan bakar secara keseluruhan naik hampir 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, perubahan emisi di sektor lain relatif terbatas. Emisi industri meningkat tipis seiring naiknya aktivitas produksi, sedangkan sektor minyak dan gas mencatat kenaikan kecil sejalan dengan bertambahnya volume produksi.
Di sisi transportasi, emisi cenderung stagnan meski tingkat perjalanan mencapai rekor tertinggi. Hal ini tak lepas dari semakin luasnya penggunaan kendaraan hibrida dan listrik yang menahan lonjakan emisi.
Rhodium Group juga menilai, kebijakan yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump belum memberikan dampak signifikan terhadap tingkat emisi pada 2025. Namun, efek kebijakan tersebut diperkirakan bisa semakin terasa dalam beberapa tahun mendatang.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







