Mendagri Minta Kolaborasi Semua Kementerian Pulihkan Sumatera Pascabencana
BeritaNasional.com - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tito Karnavian meminta seluruh menteri Kabinet Merah Putih untuk berkolaborasi melakukan langkah percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera.
"Menteri perdagangan, menteri pertanian, menteri perindustrian, menteri UMKM, menteri ekonomi kreatif, tolonglah ini bisa dibantu supaya mereka bisa hidup kembali terutama pasarnya juga warung-warungnya, UMKM-nya, ini perlu kerja keras," pintanya.
Permintaan ini disampaikan Tito saat rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jumat (16/1/2026)
Bantuan tersebut akan diutamakan di wilayah yang belum sepenuhnya pulih dari sisi pemerintahan, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta sosial ekonomi.
Rapat koordinasi itu membahas sejumlah indikator pemulihan bencana yang masih memerlukan perhatian berbagai kementerian dan lembaga, khususnya di tiga provinsi terdampak di Sumatra.
Sejumlah indikator utama di antaranya tata kelola pemerintahan, layanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan, akses darat, serta pemulihan ekonomi dan sosial, dinilai masih perlu dipercepat, terutama di daerah yang terdampak paling parah.
Menteri dalam negeri ini pun menegaskan semangat gotong royong menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi nonpemerintah akan mempercepat pemulihan di tiga daerah terdampak bencana.
"Pemerintah menargetkan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara dapat rampung sebelum bulan Ramadan"
Salah satu langkah percepatan yang akan ditempuh adalah pembersihan kawasan terdampak serta pengurangan jumlah pengungsi melalui pemberian bantuan bagi rumah rusak ringan dan sedang agar masyarakat dapat segera kembali ke rumah masing-masing.
Bagi warga dengan rumah kategori rusak berat, diharapkan dapat berpindah ke hunian sementara (huntara). Sebagian warga juga telah menerima dana tunggu hunian (DTH) sehingga dapat menempati rumah kerabat atau menyewa tempat tinggal hingga proses pemulihan selesai.
"Nah, itu yang kita harapkan dari Menteri Sosial, bisa menambahkan dari anggaran bencana dan anggaran yang nonbencana, yang tadi, PKH (Program Keluarga Harapan), sama untuk rumah tangga tadi, ekonomi dan peralatan perabotan. Kalau itu dibantu ini akan cepat selesai,” kata Tito.
Sementara itu, untuk wilayah Aceh, Tito mengatakan penanganan pascabencana memerlukan upaya yang lebih berat karena masih banyak permukiman warga yang tertimbun lumpur.
Oleh karena itu, fokus utama pemulihan di Aceh diarahkan pada pembersihan lumpur dan normalisasi muara sungai. (Antara)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







