Korban Pesawat ATR IAT Akan Ditangani di RS Bhayangkara Makassar

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:03 WIB
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. (Foto/istimewa)
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan pihaknya sejak awal telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait dalam mendukung operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu.

Semua ini disiapkan dalam rangka penanganan peristiwa kecelakaan yang dialami Pesawat ATR 41-500 milik Indonesia Air Transport di Lereng Puncak Gunung Bulasaraung, Maros, Sulawesi Selatan.

“Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” ujar Djuhandhani saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Menurut Djuhandhani, saat ini pihaknya telah menetapkan dan menyiapkan RS Bhayangkara Makassar sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem para korban.

“Rumah sakit tersebut didukung oleh tim DVI Mabes Polri, dengan personel khusus yang telah disiapkan,” jelasnya.

Selain itu, Jenderal Bintang Dua Polri tersebut memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian.

“Dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian,” ujarnya.

Sementara, Djuhandani dalam keteranganya belum melaporkan apakah sudah ada korban yang dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar. Karena, sampai saat ini proses evakuasi di lapangan masih dilakukan Tim SAR Gabungan.

Perlu diketahui Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar sempat bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. 

Namun pesawat yang mengangkut sejumlah orang baik kru dan penumpang di dalamnya itu, dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) kemarin siang. 

Dari sisi kru pesawat, mereka adalah Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia lolita, Esther Aprilia, dan satu orang yang belum disebutkan.

Lalu tiga penumpang dari tim air surveillance Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Analisa Pengamat, Penata Muda Tingkat 1 Ferry Irrawan, Penata Muda 1, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal selaku Operator Foto Udara.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: