4 Minuman yang Lebih Kaya Vitamin C daripada Jus Jeruk, Baik untuk Daya Tahan Tubuh

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 19 Januari 2026 | 05:00 WIB
Ilustrasi minuman Jus Tomat. (Foto/freepik)
Ilustrasi minuman Jus Tomat. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Jus jeruk selama bertahun-tahun dikenal sebagai minuman andalan untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian. 

Rasanya segar, mudah ditemukan, dan sering dijadikan simbol gaya hidup sehat. Namun, seiring berkembangnya ilmu gizi, anggapan tersebut mulai bergeser. Faktanya, jus jeruk bukanlah sumber vitamin C paling tinggi. 

Ada sejumlah minuman lain yang justru mengandung vitamin C lebih melimpah dan memberikan manfaat optimal bagi pembentukan kolagen serta sistem kekebalan tubuh.

Tak heran, vitamin C selalu dikaitkan dengan jus jeruk. Dalam satu gelas, jus jeruk memang mampu memenuhi bahkan melampaui kebutuhan vitamin C harian orang dewasa. 

Meski demikian, para ahli gizi menegaskan variasi sumber vitamin C sangat penting agar tubuh memperoleh manfaat yang lebih luas dan seimbang.

Peran Vital Vitamin C bagi Kesehatan Tubuh

Vitamin C merupakan salah satu mikronutrien esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia. 

Karena itu, asupannya harus diperoleh dari makanan, minuman, atau suplemen. Berdasarkan rekomendasi nutrisi, kebutuhan vitamin C harian bagi pria dewasa sekitar 90 mg, sementara wanita dewasa membutuhkan sekitar 75 mg.

Peran vitamin C sangat beragam. Nutrisi ini berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi, serta mempercepat proses penyembuhan.

Selain itu, vitamin C berperan penting dalam produksi kolagen, yaitu protein utama yang menjaga elastisitas kulit, kekuatan jaringan, pembuluh darah, dan tulang. 

Vitamin C juga dikenal sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati.

Kandungan Vitamin C dalam Jus Jeruk

Satu gelas jus jeruk berukuran sekitar 170 ml mengandung kurang lebih 93 mg vitamin C. 

Jumlah ini sudah mencukupi kebutuhan harian, bahkan melebihi angka rekomendasi minimal. 

Namun, jika dilihat dari kandungan vitamin C per sajian, ada beberapa minuman lain yang jauh lebih unggul dibandingkan jus jeruk yang dilansir dari laman Healthshots.com.

Empat Minuman yang Lebih Kaya Vitamin C

Jus Jambu Biji

Jambu biji merupakan salah satu buah dengan kandungan vitamin C tertinggi yang mudah ditemukan, terutama di negara tropis. 

Dalam satu cangkir jambu biji segar terkandung sekitar 376 mg vitamin C, lebih dari tiga kali lipat kandungan vitamin C dalam jus jeruk. 

Sayangnya, jus jambu biji murni jarang dijumpai di pasaran karena sebagian besar produk telah dicampur gula atau bahan tambahan lain. 

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, jambu biji sebaiknya diolah sendiri di rumah menjadi jus segar tanpa pemanis berlebih.

Jus Tomat

Tomat sering kali tidak dianggap sebagai sumber utama vitamin C, padahal secara biologis tomat termasuk buah dan mengandung vitamin C dalam jumlah cukup tinggi.

Sekitar 170 ml jus tomat mengandung 128 mg vitamin C, lebih tinggi dibandingkan jus jeruk dengan takaran yang sama. 

Selain diminum langsung, jus tomat juga dapat dikombinasikan dengan smoothie, dicampur dengan jus sayur lain, atau dijadikan bahan dasar sup dan saus sehat.

Jus Kiwi Emas

Kiwi emas atau kiwi kuning memiliki daging buah berwarna cerah dengan rasa yang cenderung lebih manis dibanding kiwi hijau. 

Satu buah kiwi emas mampu menyediakan sekitar 130 mg vitamin C, meski ukurannya relatif kecil. 

Jus kiwi emas memang jarang tersedia secara komersial, namun bisa dengan mudah dibuat sendiri di rumah. Kiwi dapat di-blend bersama air, lalu disaring agar teksturnya lebih halus dan nyaman dikonsumsi.

Jus Ceri Acerola

Ceri acerola dikenal sebagai salah satu buah dengan kandungan vitamin C tertinggi di dunia. 

Buah tropis ini banyak ditemukan di wilayah Amerika Latin dan Karibia. Hanya sekitar 30 ml jus acerola sudah mengandung lebih dari 480 mg vitamin C. Meski sangat kaya nutrisi, konsumsi jus acerola perlu dilakukan dengan bijak. 

Para ahli menyarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah kecil atau diencerkan dengan air guna menghindari asupan vitamin C yang berlebihan.

Selain melalui jus, kebutuhan vitamin C juga dapat dipenuhi dengan mengonsumsi buah dan sayuran segar seperti paprika merah, brokoli, bayam, tomat, dan stroberi.

Mengonsumsi buah dalam bentuk utuh lebih dianjurkan dibandingkan jus karena kandungan seratnya masih terjaga. 

Perlu diingat, vitamin C sangat sensitif terhadap panas, sehingga proses memasak yang terlalu lama dapat mengurangi kandungan nutrisinya.

Suplemen vitamin C dapat menjadi pilihan tambahan bagi sebagian orang, terutama jika asupan dari makanan belum mencukupi. 

Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Siapa yang Perlu Berhati-hati Mengonsumsi Vitamin C?

Meskipun vitamin C memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang tidak dianjurkan. 

Asupan vitamin C di atas 2.000 mg per hari secara rutin berisiko menimbulkan gangguan pencernaan, seperti diare dan sakit perut, serta meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal. 

Individu dengan riwayat batu ginjal, gangguan lambung, atau yang sedang menjalani pengobatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi.

Dengan memilih sumber vitamin C yang beragam dan mengonsumsinya secara seimbang, tubuh dapat memperoleh manfaat optimal untuk menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas, dan mendukung kecantikan kulit secara alami.

(Rep/Novia Amelia)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: