Doa-doa agar Banjir Cepat Surut dan Diberi Keselamatan
BeritaNasional.com - Banjir kerap menjadi ujian bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di kawasan perkotaan. Dalam kondisi seperti ini, umat Islam diajarkan untuk tidak hanya berikhtiar secara nyata, tetapi juga memperkuat doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, segala peristiwa terjadi atas kehendak-Nya. Oleh karena itu, memohon perlindungan, keselamatan, serta kebaikan dari setiap kondisi menjadi bagian penting dari sikap seorang Muslim ketika menghadapi musibah.
Berikut ini empat doa yang dianjurkan untuk dibaca agar banjir cepat surut dan diberikan keselamatan, sebagaimana dinukil dari sejumlah kitab doa dan hadis Rasulullah SAW.
Doa agar Banjir Cepat Sur ut yang Bisa Dibaca Muslim
1. Doa Memohon Air yang Membawa Manfaat
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Arab latin:
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah air yang turun ini sebagai air yang baik kesudahannya dan membawa manfaat.”
Doa ini dibaca agar air yang datang tidak menimbulkan kerusakan, melainkan memberikan kebaikan bagi kehidupan.
2. Doa agar Air Tidak Menimbulkan Mudarat
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Arab latin:
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya:
“Ya Allah, alirkanlah air di sekitar kami, bukan ke arah kami. Ya Allah, arahkanlah air ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW agar air tidak menjadi sumber bahaya bagi manusia.
3. Doa agar Air Bah Segera Disurutkan
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Arab latin:
Wa qīla yā arḍubla‘ī māaki wa yā samāu aqli‘ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat ‘alal-jūdiyyi wa qīla bu‘dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya:
“Dan difirmankan, ‘Wahai bumi, telanlah airmu, dan wahai langit, berhentilah.’ Maka air pun disurutkan dan urusan pun diselesaikan.”
(QS Hud: 44)
Ayat ini sering dibaca sebagai doa agar banjir dan luapan air segera berakhir.
4. Doa Memohon Perlindungan dari Musibah
اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ
Arab latin:
Allāhumma innī as-aluka khairahā wa khaira mā fīhā wa khaira mā ursilat bih. Wa a‘ūdzu bika min syarrihā wa syarri mā fīhā wa syarri mā ursilat bih.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari peristiwa ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau sertakan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan segala dampak buruk yang ditimbulkannya.”
Doa sebagai Penguat, Ikhtiar sebagai Penjaga
Doa menjadi sarana untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di saat yang sama, ikhtiar seperti menjaga keselamatan diri dan keluarga, saling membantu sesama, serta mengikuti arahan pihak berwenang tetap harus diutamakan.
(Rep/Nissa)

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






