Siklon NOKAEN dan 2 Bibit Siklon Intai Indonesia, Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter dan Cuaca Ekstrem

Oleh: Kiswondari
Senin, 19 Januari 2026 | 07:29 WIB
Siklon NOKAEN, dan dua bibit siklon 96S dan 97S berdampak cuaca ekstrem. (BeritaNasional/Instagram BMKG)
Siklon NOKAEN, dan dua bibit siklon 96S dan 97S berdampak cuaca ekstrem. (BeritaNasional/Instagram BMKG)

BeritaNasional.com - Wilayah Indonesia tengah diintai oleh satu siklon tropis NOKAEN dari Laut Filipina, dan dua bibit siklon tropis yakni 96S dan 97S. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), NOKAEN dan dua bibit siklon ini bisa berdampak tidak langsung terhadap cuaca Indonesia, seperti, gelombang tinggi laut 1,25-4 meter, serta cuaca ekstrem di wilayah timur Indonesia yang berlaku hingga Senin (19/1/2026) pukul 19.00 WIB.

Berikut adalah peringatan dini BMKG yang dikutip melalui kanal resmi Info BMKG, Minggu (18/1/2026) malam:

1. Siklon Tropis NOKAEN
Terpantau di Laut Filipina sebelah timur laut Manila. Dalam 24 jam ke depan persisten pada kategori 1 dengan pergerakan ke arah timur laut menjauhi wilayah Indonesia.

Dampak tidak langsung:
Gelombang 1,25–2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku.

2. Bibit Siklon Tropis 96S
Terpantau di Samudra Hindia barat laut Australia. Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia dalam periode 24 jam ke depan.

Dampak tidak langsung:
Gelombang 1,25–2,5 meter di Selat Bali, Lombok, Sumba dan Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB.

3. Bibit Siklon Tropis 97S
Berada di sekitar Laut Timor sebelah utara Australia. Bibit Siklon Tropis 97S memiliki peluang Rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan.

Dampak tidak langsung:

  • Hujan lebat - sangat lebat di NTT
  • Hujan sedang - lebat di NTB
  • Angin kencang - NTT
  • Gelombang 1,25–2,5 meter di Laut Banda, Laut Flores, Per. Kep. Kei hingga Kep. Aru, Perairan Kep. Babar & Kep. Tanimbar, serta Laut Arafuru bag tengah dan timur.
  • Gelombang 2,5–4 meter di Perairan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT, dan Laut Arafuru bagian barat.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelayaran, serta di wilayah terdampak untuk mewaspadai cuaca ekstrem tersebut. 

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," imbau BMKG. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: