BGN: MBG Sasar Anak Hasil Pernikahan Dini dan Putus Sekolah
BeritaNasional.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng sejumlah pemangku kepentingan untuk menambah sasaran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN mengupayakan MBG menjangkau anak-anak hasil pernikahan dini sampai anak putus sekolah.
"Kita melakukan pengecekan secara detail jumlah penerima manfaat yang belum menerima MBG berkoordinasi dengan stakeholder," ujar Dadan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dadan menjelaskan, koordinasi ini penting karena masih banyak yang belum mendapatkan MBG.
Selesai anak-anak di pesantren masih banyak yang belum terdata di Kementerian Agama.
"Dan ini penting sekali karena perlu Bapak Ibu ketahui bahwa banyak pesantren yang tidak terdata di Kementerian Agama," kata Dadan.
Kemudian, ada anak-anak balita dan ibu hamil yang belum terdaftar dalam pencatatan kependudukan. Misalnya anak-anak dari pernikahan dini. Serta anak-anak putus sekolah menjadi sasaran.
BGN akan mendata ulang sampai ke tingkat RT untuk memastikan mereka bisa mendapatkan MBG.
"Kemudian juga banyak anak-amak balita termasuk ibu hamil dan menyusui yang belum terdaftar dalam sistem kenegaraan seperti misalnya anak-anak dari pernikahan dini, pernikahan siri itu tidak punya NIK, sehingga kita harus data ulang ke setiap RT-RT untuk memastikan bahwa mereka akan mendapatkan makan bergizi termasuk juga anak putus sekolah di usia antara 0 sampai 18 tahun," kata Dadan.
Sejumlah anak putus sekolah sebagian akan masuk dalam program Sekolah Rakyat. Namun, bagi yang tidak masuk program Sekolah Rakyat juga akan didata untuk masuk program MBG.
"Jadi kalaupun mereka nanti putus sekolah sebagian mungkin akan masuk ke dalam sekolah rakyat, sebagian yang belum masuk ke sekolah rakyat kita akan kumpulkan di satu tempat untuk mendapatkan program makan bergizi," kata Dadan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






