Proses Evakuasi 2 Korban Jatuhnya Pesawat ATR, Basarnas Maksimalkan Golden Time
BeritaNasional.com - Basarnas tengah fokus untuk mengupayakan evakuasi korban dengan memanfaatkan golden time tiga hari sejak lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan, kecepatan petugas dalam menemukan lokasi jatuhnya pesawat menjadi modal penting dalam penyelamatan 10 korban.
“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan ‘golden time’ pencarian. Dengan harapan besar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” ujar Syafii dalam keteranganya, Selasa (20/1/2026).
Total sampai saat ini, Tim SAR gabungan telah menemukan dua korban, pertama berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan pada hari Minggu (18/1/2026), dan hari Senin (19/1/2026) kembali ditemukan satu korban berjenis kelamin perempuan.
“Namun demikian, perlu kami tegaskan bahwa proses identifikasi korban bukan menjadi kewenangan Basarnas, dan akan dilakukan oleh instansi yang berwenang sesuai prosedur,” tegasnya.
Meski begitu, Syafii menyampaikan, tantangan tim di lapangan tidaklah mudah, karena lokasi kejadian berada di medan yang sangat ekstrem, berupa tebing curam dengan perkiraan posisi korban berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak.
“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” tuturnya.
Oleh sebab itu, sejauh ini Tim SAR Gabungan memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun, upaya tersebut belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang yang sangat terbatas, akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.
“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” ungkap Syafii.
Memasuki hari keempat, proses evakuasi masih terus berlangsung. Pencarian terhadap korban dilakukan dengan memaksimalkan tim rescue darat yang telah mengenal dan menguasai jalur untuk menembus medan dan menjangkau seluruh titik yang diduga menjadi lokasi korban.
“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta - Makassar sempat bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar namun hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Pesawat itu membawa tujuh orang kru di antaranya, Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia lolita dan Esther Aprilia.
Lalu tiga penumpang dari tim air surveillance Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Analisa Pengamat, Penata Muda Tingkat 1 Ferry Irrawan, Penata Muda 1, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal selaku Operator Foto Udara.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







