Melihat Pesona Kawah Ijen, Magnet Magis Banyuwangi yang Tak Pernah Pudar
BeritaNasional.com - Dari sekian banyak destinasi yang tersebar di Jawa Timur, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen tetap berdiri kokoh sebagai primadona yang paling diburu wisatawan.
Bukan tanpa alasan, Kawah Ijen menawarkan drama alam yang sulit ditemukan di belahan bumi lain. Danau kawah asam terbesar di dunia dengan warna hijau toska yang ikonik, dipadukan dengan aktivitas penambangan belerang tradisional, menciptakan pemandangan yang eksotis sekaligus puitis.
Daya tarik Ijen terbukti mampu menyedot perhatian wisatawan dari pelosok negeri. Salah satunya adalah rombongan pelancong asal Ternate, Maluku Utara, yang sengaja menempuh perjalanan ribuan kilometer demi menyaksikan kemegahan kawah ini.
Bagi mereka, mendaki Ijen adalah puncak dari petualangan selama tiga hari di Banyuwangi. Meski harus beradu fisik dengan jalur pendakian yang menanjak, rasa lelah seolah menguap begitu kaki menginjakkan puncak.
“Kami sudah tiga hari berada di Banyuwangi. Ini pengalaman pertama mendaki, cukup menguras tenaga, tetapi semua terbayar dengan pemandangan di puncak,” ujar salah satu wisatawan asal Ternate tersebut yang dikutip dari laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu.
Keunikan Ijen tak hanya terletak pada danau kawahnya. Panorama matahari terbit yang perlahan menyapu kabut di ketinggian memberikan kesan mendalam bagi siapa saja yang menyaksikannya.
Keindahan ini menjadi penutup sempurna setelah sebelumnya para wisatawan dimanjakan oleh wisata bahari seperti Pulau Merah, Pulau Mbedil, hingga Pulau Menjangan.
Banyuwangi memang seolah memiliki paket lengkap; dari biru laut hingga hijau pegunungan. Wisatawan tersebut bahkan mengaku belum puas dan berencana untuk kembali lagi di masa depan. “Pantainya sangat indah. Banyuwangi punya banyak pilihan wisata. Ke depan ingin kembali lagi,” tambahnya.
Menikmati kemewahan alam Kawah Ijen ternyata tidak harus merogoh kocek dalam. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik masih sangat ramah di kantong, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.500 saja.
Murahnya akses ini berbanding terbalik dengan pengalaman luar biasa yang didapatkan, menjadikan Ijen destinasi yang inklusif bagi semua kalangan.
Kepopuleran Ijen tercatat nyata dalam angka. Selama periode libur panjang 16-18 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.907 orang telah menapaki jalur pendakian TWA Kawah Ijen. Secara total, pergerakan wisatawan di berbagai destinasi Banyuwangi menembus angka 17.923 orang.
Kawah Ijen bukan sekadar destinasi wisata; ia adalah simbol keajaiban alam Indonesia yang terus mempesona, mengundang siapa saja untuk datang dan jatuh cinta pada pandangan pertama.
(Rep/Novia Amelia)
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





