Ikuti Arahan Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Dorong Pembangunan Giant Sea Wall untuk Cegah Banjir

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung progres pembangunan tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (Foto/Beritajakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung progres pembangunan tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (Foto/Beritajakarta)

BeritaNasional.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sejumlah cara yang dilakukan Pemprov DKI untuk mencegah banjir di Ibu Kota.

Pramono mengatakan, salah satu program unggulan yang dilakukan adalah pembangunan Giant Sea Wall.

"Termasuk penyelesaian Giant Sea Wall, NCICD, dan sebagainya itu tetap harus dilakukan untuk di Jakarta," kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

Selain itu, Pramono juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk pencegahan banjir jangka pendek.

"Saya sudah memperpanjang OMC sampai dengan tanggal 27 per hari ini. Dan kalau hari ini tadi pagi jam 07.00 pagi tidak kita naikkan OMC-nya, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan pada saat ini," ujar Pramono.

"Jadi Saudara-saudara sekalian, memang penanganan jangka pendek, jangka menengah, dan tentunya jangka panjang, normalisasi sungai secara keseluruhan," tambah dia.

Sebelumnya, pemerintah tengah menyiapkan langkah penanganan banjir secara menyeluruh, termasuk pembangunan proyek tanggul raksasa atau Giant Sea Wall. 

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembentukan tim kajian untuk menganalisis serta menyusun grand desain penyelesaian persoalan air, khususnya di Pulau Jawa. 

Saat ini, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pelaksanaan modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek untuk mengurangi tingginya curah hujan.

“Bapak presiden memerintahkan kepada kami membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand desain penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air, terutama khususnya di pulau Jawa,” kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (22/1/2026).sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: