Modernisasi Pabrik Amoniak Bontang Mampu Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 29 Januari 2026 | 22:29 WIB
Ilustrasi pupuk. (Foto/Freepik)
Ilustrasi pupuk. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Modernisasi pabrik amoniak  PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Bontang diproyeksikan mampu menurunkan harga pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK hingga 20%.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan selain efisiensi harga, proyek ini menjamin tambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton.

"Proyek ini menjamin tambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton," ujarnya.

Amran yang  meresmikan Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim-2 milik PKT di Bontang, Kamis (29/1/2026) menyebut, langkah ini sebagai tonggak vital dalam revitalisasi industri pupuk nasional yang ditargetkan mampu memangkas harga sekaligus meningkatkan volume produksi secara signifikan.

Proyek ini merupakan bagian dari peta jalan besar pemerintah untuk membangun tujuh pabrik pupuk baru, dengan lima di antaranya ditargetkan tuntas sebelum 2029.

Sebagai produsen Urea dan NPK terbesar di Asia Tenggara, PKT diharapkan menjadi tulang punggung distribusi pupuk nasional.

Peresmian ini ditandai dengan penekanan sirene dan penandatanganan prasasti oleh Mentan Amran Sulaiman, didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta jajaran direksi Danantara Asset Management dan Pupuk Indonesia. (Antara)

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: