Harga Daging Sapi di Jakarta Naik, Begini Cara Pemprov DKI Jaga Daya Beli Masyarakat
BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta mencatat, terjadi kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7-15% menjelang Ramadan. Saat ini, harga daging sapi di sejumlah pasar mencapai Rp150.000 per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sibalok mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Memang saat ini ada kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7 hingga 15 persen, dengan harga mencapai Rp150.000/kg," kata Hasudungan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Dalam upaya menjaga daya beli masyarakat, Pemprov DKI memastikan operasional rumah potong hewan tetap berjalan normal tanpa tambahan biaya pemeriksaan.
Selain itu, Perumda Dharma Jaya menyalurkan sapi dengan harga Rp54.000 per kilogram berat hidup guna menekan harga di pasar.
Pemprov DKI juga menyediakan daging sapi bersubsidi seharga Rp35.000 per kilogram bagi satu juta masyarakat penerima subsidi.
Di sisi lain melalui BUMD, daging sapi dijual dengan harga Rp109.000 hingga Rp139.000 per kilogram di berbagai titik Gerakan Pasar Murah.
Tak hanya iiu pemerintah pusat telah menyepakati penurunan harga sapi hidup menjadi Rp55.000 per kilogram per 22 Januari lalu.
Dengan kebijakan tersebut, Pemprov DKI optimistis harga daging sapi di pasar akan kembali stabil.
“Kami optimis dalam waktu dekat harga di pasar akan kembali stabil, terutama menjelang Idulfitri,” tandasnya.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







