Golkar DKI Dorong Solidaritas dan Kepedulian Keluarga di Tengah Banjir
BeritaNasional.com - DPD Partai Golkar DKI mengajak masyarakat untuk membantu warga terdampak banjir di Jakarta.
Ajakan itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, dalam Perayaan Natal dan Ucapan Syukur Awal Tahun yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).
Zaki mengatakan, Jakarta tengah diuji dengan masalah tahunan, yakni banjir. Menurutnya, seluruh masyarakat wajib saling membantu sesama.
“Jakarta pada saat ini juga sedang diuji setiap tahunnya dengan musibah banjir. Jadi, wajib bagi kita untuk selalu membantu keluarga kita yang membutuhkan, terutama saat berada dalam musibah dan bencana,” kata Zaki.
“Karena kekuatan dan kekompakan orang Indonesia itu ada pada rasa solidaritas yang sangat tinggi,” tambahnya.
Selain menyoroti persoalan banjir, Zaki juga menyinggung tantangan kehidupan keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi pada saat ini sangat luar biasa. Yang jauh jadi dekat, yang dekat malah jadi jauh,” ujar Zaki.
Oleh karena itu, lanjut Zaki, Golkar menaruh perhatian lebih terhadap hubungan kekeluargaan.
Sebab, keharmonisan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.
“Dari keluargalah tentunya karakter dan juga kepribadian anak-anak kita, generasi penerus bangsa, akan terbangun,” tegas Zaki.
Lebih lanjut, Zaki mengajak seluruh masyarakat untuk paham dan melek politik agar dapat mengetahui situasi yang dihadapi pemerintah.
“Banyak program yang baik dan mulia, tetapi belum tentu dalam pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan tujuannya,” ucap Zaki.
Zaki kemudian mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut merupakan program yang mulia sehingga pelaksanaannya perlu diawasi.
“Dengan kita ikut membantu mengawasi pelaksanaannya, kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak kita tentu akan terjaga,” tegas Zaki.
“Kalau kita masa bodoh, akhirnya nanti akan berantakan lagi. Karena dalam perjalanannya, tidak semua orang memiliki niat mulia dalam menjalankan amanahnya dengan baik, karena godaannya banyak sekali,” sambungnya menandaskan.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







