Pemerintah Perketat Integritas Pasar Modal, Tak Ada Toleransi bagi Manipulasi Saham

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 01 Februari 2026 | 18:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) saat memberikan keterangan pers. (Foto/Dok Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) saat memberikan keterangan pers. (Foto/Dok Kemenko Perekonomian)

BeritaNasional.com -  Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat integritas pasar modal nasional demi menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi. 

Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika global serta untuk memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di mata dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya pada Sabtu (31/1/2026), menyampaikan indikator ekonomi makro Indonesia saat ini dalam posisi cukup tangguh.

“Kondisi makro ekonomi kita kuat. Pertumbuhan ekonomi masih di 5,04 (persen) di kuartal ketiga, tingkat inflasi masih dalam rentang sesuai APBN, kondisi cadangan devisa kita sampai Desember masih kuat, setara dengan 6,2 bulan impor yaitu USD156,5 miliar. Defisit fiskal masih terjaga di batas 3 persen, pertumbuhan kredit masih 9,6 persen, dana pihak ketiga masih double digit 13,83 (persen). Dari segi permodalan kuat, capital adequacy ratio masih di 25,87 persen. Rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas 60 persen,” paparnya.

Menko Airlangga mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan reformasi di tubuh pasar modal. 

Fokus utamanya adalah menciptakan bursa yang transparan dan berkelas dunia melalui beberapa langkah strategis:

Pertaman, demutualisasi bursa. Reformasi struktural untuk modernisasi tata kelola.

Kedua, peningkatan likuiditas dengan menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen guna menyamai standar global.

Ketiga, transparansi kepemilikan. Pengetatan aturan mengenai beneficial ownership (pemilik manfaat) dan kejelasan afiliasi pemegang saham.

Pemerintah memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk manipulasi harga saham. Praktik curang tersebut dinilai tidak hanya merugikan investor ritel, tetapi juga merusak kredibilitas Indonesia di mata dunia dan bisa menghambat masuknya investasi asing (Foreign Direct Investment).

Nantinya, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan aparat penegak hukum akan menindak tegas setiap pelanggaran tanpa pandang bulu dan tanpa intervensi pihak mana pun.

Di tengah masa transisi kepemimpinan, pemerintah menjamin operasional bursa tetap berjalan normal. Seluruh fungsi regulasi, perdagangan, hingga pengawasan dipastikan tidak akan terganggu.

Menko Airlangga menyampaikan pesan langsung dari presiden untuk memberikan rasa aman kepada para pelaku pasar.

“Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, pesan beliau saya kutip, ‘Kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia’,” tandas Airlangga.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: