Operasional RDF Rorotan Dibatasi 750 Ton Sampah Per Hari Imbas Keluhan Bau
BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal membatasi operasional fasilitas pengolahan sampah refuse derived fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, maksimal 750 ton sampah per hari.
Kebijakan ini diambil karena adanya keluhan warga terkait bau yang ditimbulkan dari pengolahan dan pengangkutan sampah.
Pramono mengatakan pembatasan dilakukan sambil menunggu evaluasi menyeluruh terhadap operasional RDF tersebut.
“Ketika kapasitasnya 750 ton per hari, sebenarnya tidak ada bau. Tapi, begitu dinaikkan sampai 1.000 ton, sebagian kecil mulai tercium bau,” kata Pramono di Jakarta Barat yang dikutip pada Rabu (4/1/2026).
Ia menjelaskan sumber bau bukanlah dari mesin RDF, melainkan proses pengangkutan sampah.
Menurut dia, air lindi yang tercecer selama perjalanan menjadi penyebab utama munculnya bau.
“Persoalan bau yang utama itu sebenarnya di pengangkutan, karena air lindinya tercecer ke mana-mana,” ujar Pramono.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan menggunakan dump truck baru dan menambah armada truk kompaktor produksi 2025.
“Untuk sementara commissioning tidak lebih dari 750 ton per hari dan kami gunakan dump truck yang baru,” tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







