Mayoritas Partai Tolak Penghapusan Ambang Batas, PAN Fokus pada Pengurangan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 05 Februari 2026 | 18:14 WIB
DPR saat rapat di Kompleks Parlemen Senayan (Beritanasional/Ahda)
DPR saat rapat di Kompleks Parlemen Senayan (Beritanasional/Ahda)

BeritaNasional.com -  Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menanggapi penolakan mayoritas partai politik terhadap usulan penghapusan ambang batas parlemen yang sebelumnya diajukan PAN. Eddy menyatakan tidak mempermasalahkan penolakan tersebut.

Bagi PAN, yang terpenting adalah angka ambang batas parlemen dapat dikurangi dari ketentuan saat ini sebesar 4 persen.

"Tentu kita dari awal sudah berpandangan bahwa ambang batas parlemen itu serendah-rendahnya, syukur-syukur ditiadakan," ujar Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

PAN menginginkan ambang batas parlemen dikurangi karena berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, terdapat sekitar 16 juta suara yang terbuang.

"Nah, ini yang perlu kita tampung. Semua suara itu perlu kita hargai. Dalam hal ini, itulah yang kemudian kami dorong, agar parliamentary threshold dibuat serendah-rendahnya, dan tadi saya sampaikan syukur-syukur bisa nol," jelas Eddy.

Menurut Eddy, seluruh partai politik perlu duduk bersama untuk mencapai persamaan persepsi. Ia mendorong adanya dialog agar tercapai kesepakatan terkait ambang batas parlemen.

"Oleh karena itu, untuk menyamakan persepsi dan mencapai titik temu, salah satu upaya kita adalah melakukan dialog dengan partai-partai," ujar Eddy.

Diketahui, PAN mengusulkan agar ambang batas parlemen dihapus. Namun, mayoritas partai politik menolak usulan tersebut dan menilai ambang batas parlemen tetap dibutuhkan untuk penyederhanaan partai di parlemen.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: