PDIP Kaji Ambang Batas Parlemen Berjenjang, Belum Tentukan Angka Ideal

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:31 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Beritanasional/Panji)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com - PDI Perjuangan akan mengkaji ambang batas parlemen berjenjang dari setiap tingkatan pemilu legislatif. Namun, PDIP belum bicara berapa besaran angka ambang batas parlemen yang ideal.

"Tetapi berapa besarannya, apakah mau diberlakukan secara berjenjang kami masih melakukan kajian-kajian," ujar Hasto kepada wartawan, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Menurut Hasto, ambang batas parlemen masih dibutuhkan. Karena ambang batas parlemen merupakan alat konsolidasi demokrasi berdasarkan suara rakyat.

"Dalam rangka konsolidasi demokrasi, PDI Perjuangan juga berpendapat tentang parliamentary threshold sebagai alat konsolidasi demokrasi berdasarkan suara rakyat," ujar Hasto.

Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung penghapusan ambang batas. Tidak hanya untuk pemilihan presiden (Pilpres), tetapi juga pemilihan legislatif (Pileg)

"Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif," ujar Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

PAN meminta ambang batas parlemen menjadi 0 persen agar semua suara masyarakat yang masuk melalui Pemilu dapat ditampung. Berkaca pada Pemilu sebelumnya, banyak suara yang terbuang karena partai tidak lolos ke parlemen tersandung ambang batas.

"Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan apa pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta," ujarnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: