Sekolah Siswa yang Akhiri Hidup di NTT Diduga Lakukan Pungutan Liar
BeritaNasional.com - Sekolah yang menjadi tempat meniti ilmu siswa yang mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga memungut biaya afau sumbangan senilai Rp1 juta. Temuan ini disampaikan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini dilansir Antara.
"Memang ada sumbangan yang senilai Rp1 juta dan itu adalah sumbangan yang disepakati oleh sekolah dan komite. Uang ini uang komite," katanya di Jakarta.
Selain memungut sumbangan pihak sekolah juga mengumumkan anak-anak yang belum membayar sumbangan yang diminta.
KPAI pun meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memeriksa kebenaran mengenai dugaan ini.
"Meskipun informasi dari sekolah tidak ada pembicaraan (sumbangan) di depan anak, kami meminta Kemendikdasmen untuk mengecek kebenaran itu. Kami juga minta konfirmasi kepada orang tua karena pihak orang tua menyampaikan bahwa ada pengumuman siapa anak yang belum membayar," terangnya.
Sebelumnya YBR (10) siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada NTT mengakhiri hidup dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.
Selama ini korban tinggal bersama neneknya yang berusia lanjut, sementara ibunya berinisial MGT (47) tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. Sementara dua saudara tiri korban sudah berusia dewasa dan merantau ke Papua dan Kalimantan.
Ibu korban menafkahi lima anak, termasuk korban. Korban adalah anak bungsu dari lima bersaudara.
Ayah kandungnya pergi merantau saat korban masih di kandungan ibunya, dan hingga kini tak pernah kembali. (Antara)
PERISTIWA | 20 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







