Basarnas Serahkan Total 99 Bodypack Korban Longsor Bandung Barat ke Tim DVI, 76 Teridentifikasi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 10 Februari 2026 | 08:02 WIB
Tim SAR dalam operasi SAR bencana longsor hari ke-17 di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Senin (9/2/2026). (BeritaNasional/Basarnas)
Tim SAR dalam operasi SAR bencana longsor hari ke-17 di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Senin (9/2/2026). (BeritaNasional/Basarnas)

BeritaNasional.com - Sampai hari ke-17, Basarnas bersama unsur SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 99 bodypack dalam operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/2/2026).

Seluruh bodypack yang berhasil dievakuasi tersebut langsung diserahkan kepada Tim DVI Polda Jawa Barat untuk dilakukan proses identifikasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur forensik yang berlaku.

“Total bodypack yang telah kami evakuasi dan serahkan kepada Tim DVI berjumlah 99,” kata SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana dalam keteranganya, Selasa (10/2/2026).

Kendati begitu, jumlah bodypack belum bisa dinyatakan sebanyak satu korban utuh. Karena bodypack bisa berupa bagian part dari korban yang berhasil dievakuasi petugas, sehingga diperlukan identifikasi lanjutan oleh tim DVI.

“Dari 79 bodypack yang telah diproses, sebanyak 76 korban berhasil diidentifikasi, sementara 14 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan,” jelasnya.

Sementara pada operasi kemarin, turut melibatkan 862 personel yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta potensi SAR lainnya. Upaya pencarian juga didukung oleh sembilan unit excavator dan 10 ekor anjing pelacak (K-9) untuk membantu menemukan korban yang masih tercatat dalam daftar pencarian.

“Selain kegiatan pencarian, Basarnas juga menyerahkan seluruh barang milik korban yang ditemukan selama operasi kepada Pemerintah Desa Pasirlangu, untuk selanjutnya disampaikan kepada keluarga atau ahli waris,” terang dia.

Memasuki masa transisi dan pemulihan pasca berakhirnya status tanggap darurat, Basarnas mencatat adanya penyesuaian signifikan terhadap kekuatan personel dan alat utama (alut) di lapangan. 

“Meski demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan personel,” tutur Ade.

Pembagian tugas dan pola operasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan efektivitas pencarian serta tingkat kerawanan medan, guna memastikan misi kemanusiaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan tim SAR.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: