Kenali Sindrom Jacobs, Ini Gejala, Penyebab hingga Penanganannya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 11 Februari 2026 | 06:03 WIB
Ilustrasi sindrom jacobs (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi sindrom jacobs (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Pernah mendengar sindrom jacobs? Sindrom jacobs juga dikenal sebagai sindrom XYY, adalah kelainan genetik yang terjadi pada pria ketika mereka memiliki kromosom XYY, bukan XY seperti biasanya. Ini berarti mereka memiliki total 47 kromosom, bukan 46. Kondisi ini terjadi secara acak dan tidak diwariskan.

Gejala Sindrom Jacobs

Gejala sindrom Jacobs bervariasi pada setiap individu, dan beberapa pria mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Beberapa gejala umum meliputi:

  1. Perawakan tinggi, biasanya mulai terlihat pada masa kanak-kanak.
  2. Kesulitan belajar, termasuk masalah membaca (disleksia) dan menulis.
  3. Keterlambatan bicara.
  4. Masalah koordinasi motorik.
  5. Gangguan perilaku, seperti impulsivitas dan kesulitan memusatkan perhatian.
  6. Masalah kesuburan pada beberapa kasus.
  7. Penting untuk dicatat bahwa banyak pria dengan sindrom Jacobs memiliki kecerdasan normal dan menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.

Penyebab Sindrom Jacobs

Sindrom Jacobs disebabkan oleh kesalahan acak selama pembentukan sperma. Biasanya, sel sperma memiliki satu kromosom X atau Y. Namun, dalam kasus sindrom Jacobs, sperma menerima kromosom Y tambahan akibat proses yang disebut nondisjunction, di mana kromosom tidak terpisah dengan benar. Kondisi ini bukan penyakit keturunan dan tidak dapat dicegah.

Diagnosis Sindrom Jacobs

Sindrom Jacobs seringkali tidak terdiagnosis sampai masa dewasa, terutama jika gejalanya ringan. Diagnosis biasanya ditegakkan melalui analisis kromosom (kariotipe) dari sampel darah. Tes ini dapat mengidentifikasi keberadaan kromosom Y tambahan. Diagnosis prenatal juga memungkinkan melalui amniocentesis atau chorionic villus sampling (CVS).

Pengobatan dan Penanganan Sindrom Jacobs

Tidak ada obat untuk sindrom Jacobs, tetapi terapi dan intervensi dini dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  1. Terapi bicara untuk mengatasi keterlambatan bicara.
  2. Terapi okupasi untuk meningkatkan keterampilan motorik.
  3. Terapi perilaku untuk mengatasi masalah perilaku dan kesulitan memusatkan perhatian.
  4. Dukungan pendidikan khusus untuk membantu mengatasi kesulitan belajar.
  5. Konseling genetik untuk memberikan informasi dan dukungan kepada keluarga.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun banyak pria dengan sindrom Jacobs hidup sehat, beberapa komplikasi mungkin terjadi, termasuk:

Kesulitan belajar yang dapat mempengaruhi kinerja akademik.

Masalah perilaku yang dapat mempengaruhi hubungan sosial dan emosional.

Infertilitas pada beberapa kasus.

Pemantauan dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi ini.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: