Pembangunan Taman Bendera Pusaka Capai 92 Persen, Diresmikan Maret 2026
BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan progres pembangunan Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, telah mencapai 92 persen.
Diketahui, Taman Bendera Pusaka merupakan penggabungan tiga taman di Jakarta Selatan yakni, Taman Langsat, Ayodhya, dan Leuser.
“Sekarang progres pembangunan taman telah mencapai 92 persen. Saya mengharapkan pada Maret 2026 taman seluas 5,6 hektare ini dapat diresmikan,” kata Pramono yang dikutip dari keterangan resminya pada Sabtu (14/2/2026).
Pramono menuturkan Taman Bendera Pusaka akan terintegrasi secara menyeluruh dengan kawasan sekitar dan dilengkapi jogging track sepanjang 1,2 kilometer.
Saat ini, terdapat sejumlah pekerjaan tahap akhir, di antaranya pembangunan terowongan penghubung dari Taman Langsat ke Taman Leuser yang melintasi Jalan Kiai Maja, serta pembangunan jembatan penghubung antara Taman Ayodya dan Taman Langsat.
Selain sebagai ruang terbuka hijau, taman ini juga dirancang memiliki fungsi pengendalian banjir.
Di lokasi tersebut, dibangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) oleh Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan kualitas air tetap bersih dan tidak berbau, sekaligus membantu pengendalian genangan di kawasan sekitar.
“IPAL dibangun di sini supaya airnya tidak berbau, menjadi lebih bersih, sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir di area ini,” ujar Pramono.
Tak hanya itu, Taman Bendera Pusaka dilengkapi berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi, antara lain lapangan padel, playground, serta lapangan multifungsi untuk bulu tangkis dan basket.
Oleh karenanya, Pramono meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta memastikan pengelolaan dilakukan secara optimal agar kualitas fasilitas tetap terjaga.
Dari sisi keamanan, taman ini dilengkapi 127 titik CCTV yang terpasang di berbagai sudut area guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Taman Bendera Pusaka direncanakan beroperasi selama 24 jam dengan penataan pencahayaan yang diklaim estetik, termasuk pencahayaan pada pepohonan agar terlihat lebih indah pada malam hari.
Selanjutnya, disediakan juga ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di dalam kawasan taman. Namun, UMKM yang dapat beroperasi akan melalui proses kurasi oleh Jakarta Experience Board (JXB) guna menjaga kualitas dan ketertiban kawasan.
“Sebelum diresmikan, kita lakukan uji coba terlebih dahulu,” tandasnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







