Pramono Anung Usulkan Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng

Oleh: Lydia Fransisca
Senin, 16 Februari 2026 | 15:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (BeritaNasional/Lydia).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (BeritaNasional/Lydia).

BeritaNasional.com -  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan agar perayaan Lebaran Betawi 2026 digelar di Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Selama ini Lebaran Betawi digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

Pramono menyampaikan hal ini saat Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Minggu (15/2/2026).

Ia mengatakan, usulan pemindahan lokasi itu seiring dengan proses renovasi Lapangan Banteng yang disebutnya segera rampung dan akan terintegrasi dengan Gedung AA Maramis. 

Kawasan tersebut akan menjadi ruang publik baru yang representatif untuk kegiatan budaya berskala besar.

"Nanti Lebaran Betawi yang biasanya diadakan di Monas, kali ini saya mengusulkan kenapa (tidak) di Lapangan Banteng? Lapangan Banteng sekarang ini sedang direnovasi dan mudah-mudahan segera selesai," kata Pramono, dikutip Senin (16/2/2026).

"Akan terhubung dengan (gedung) A.A. Maramis. Tempatnya jadi luas dan bagus," tambah dia.

Lebaran Betawi merupakan agenda budaya tahunan masyarakat Betawi yang rutin digelar di Jakarta sebagai ajang silaturahmi dan penegasan identitas budaya. 

Selama ini, perayaan tersebut biasanya dilaksanakan di kawasan Monas dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, bazar kuliner, hingga doa bersama.

Ia berharap Kaum Betawi menjadi pihak pertama yang memanfaatkan Lapangan Banteng setelah renovasi selesai.

"Saya ingin yang memakai pertama kalau ini sudah selesai adalah Kaum Betawi sebagai tuan rumah sehingga itu akan mempunyai makna. Karena saya tahu salah satu hal yang akan berkembang ke depan adalah Lapangan Banteng," ucapnya. 

Selain Lebaran Betawi, Pramono juga menyinggung pentingnya peringatan haul ulama dan tokoh Betawi yang dinilai memiliki makna besar bagi masyarakat. Ia menyebut kegiatan tersebut berpotensi dihadiri puluhan ribu warga.

"Kemudian, saya ingin haul ulama dan tokoh masyarakat utama, seperti Husni Thamrin (MH Thamrin) tetap kita peringati,m"

"Tapi kalau kemudian seluruh warga di Jakarta yang hadir lebih dari 20-50 ribu di Monas, kemudian kita sholawatan sama-sama, bersama dengan Kaum Betawi, kepada ulama-ulama yang mempunyai jasa, itulah yang akan saya inginkan," ucapnya.

Lebih lanjut dia meminta jajaran Pemprov DKI, khususnya Dinas Kebudayaan dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), untuk serius menyiapkan agenda tersebut agar tidak bersifat seremonial semata.

"Jangan kemudian Monas digunakan salawatan hanya untuk yang lain. Kenapa enggak digunakan oleh Kaum Betawi sendiri? Bahkan, masyarakat Madura saja yang mengadakan salawatan, tahlilan di Monas, saya izinkan. Bahkan The Jakmania. Masak, ini yang punya rumah, yang punya tempat, yang punya segalanya, enggak mengadakan untuk itu?"

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Kaum Betawi Fauzi Bowo (Foke) menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda menyambut Ramadan dan Lebaran Betawi, termasuk buka puasa bersama hingga tradisi andilan atau potong kerbau untuk dibagikan kepada warga.

"Kemudian ada Lebaran Betawi yang direncanakan sesuai dengan sarannya Pak Gubernur, di Lapangan Banteng. Ini Lapangan Banteng yang sudah akan selesai direnovasi dan mudah-mudahan ini merupakan backdrop bersejarah yang sangat berarti untuk kemajuan Kaum Betawi ke depan," kata Foke.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: