Palestina Sulit Berdamai Jika Israel Terus Melakukan Pelanggaran
BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shaheen mengatakan, perdamaian dengan Israel tidak mungkin terwujud selama pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina terus berlangsung.
Ia menegaskan, hukum internasional harus ditegakkan dan langkah-langkah sepihak harus dihentikan.
Ketika berbicara kepada Anadolu di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Shaheen mengatakan, perdamaian dengan Israel dalam kondisi pelanggaran terus-menerus terhadap hak-hak Palestina tidak mungkin tercapai.
Ia menilai tindakan sepihak Israel di wilayah pendudukan, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, seperti perluasan serta legalisasi permukiman ilegal, merusak prospek penyelesaian melalui perundingan.
“Segala sesuatu yang dilakukan Israel secara sepihak di wilayah pendudukan harus dianggap batal dan tidak sah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aneksasi melanggar hukum internasional dan merupakan kejahatan yang harus dihentikan.
Shaheen juga menyinggung proses gencatan senjata di Gaza. Ia mengatakan kemajuan ke tahap berikutnya bergantung pada pelaksanaan penuh komitmen awal.
“Kami ingin masuk ke fase kedua, tetapi kami perlu memastikan kewajiban pada fase pertama telah dilaksanakan,” katanya.
Fase pertama berakhir setelah pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina, sementara fase kedua mencakup rekonstruksi wilayah kantong Gaza yang hancur akibat dua tahun pemboman Israel.
Menurutnya, gencatan senjata yang ada saat ini belum sepenuhnya menyeluruh. Ia menyebut situasi masih berupa gencatan senjata parsial, bantuan kemanusiaan belum masuk sesuai kebutuhan, dan perlintasan Rafah baru dibuka sebagian.
Ia menambahkan langkah tambahan diperlukan agar transisi berjalan lancar.
Ia juga menyerukan tindakan internasional yang lebih kuat, Shaheen merujuk pada kerangka hukum dan diplomatik yang telah ada.
Ia menyatakan, dunia perlu bersikap tegas dengan menegakkan hukum internasional, merujuk pada putusan internasional dan resolusi PBB yang menyatakan permukiman dan pendudukan sebagai tindakan ilegal.
Ia mengatakan, serangan terbaru memperkuat pandangannya bahwa Israel tidak menunjukkan komitmen terhadap perdamaian.
Menurutnya, jika benar-benar menginginkan perdamaian, Israel akan menghentikan pelanggaran hukum internasional dan hak-hak Palestina.
Sebaliknya, ia menilai Israel terus melanjutkan langkah-langkah aneksasi dan kolonialisasi serta berupaya melegitimasi tindakan yang melanggar hukum.
Menanggapi pertanyaan mengenai seruannya kepada Jerman dan Finlandia untuk mengikuti negara-negara Eropa lain dalam mengakui Palestina, Shaheen mengatakan kedua negara tersebut akan mempertimbangkannya pada waktu yang tepat.
Ia menambahkan bahwa visi pengakuan sudah ada, namun prosesnya bergantung pada pertimbangan masing-masing negara.
Sumber: Antara

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







