Australia hingga Singapura Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
BeritaNasional.com - Sejumlah negara resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2/2026) setelah hasil perhitungan astronomi menunjukkan hilal tidak memungkinkan terlihat pada malam rukyat sebelumnya.
Mufti Agung Australia, Ibrahim Abu Mohamad, menyampaikan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi setelah melakukan konsultasi ekstensif bersama para imam dari Dewan Fatwa Australia. Keputusan tersebut berlaku untuk seluruh negara bagian dan wilayah di Australia.
Dalam keterangannya, dijelaskan bahwa di Sydney, matahari terbenam pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.45 waktu setempat (AEST), sementara bulan baru Ramadan lahir pada pukul 23.01 di malam yang sama. Sementara di Perth, matahari terbenam pada pukul 19.04 (AWST), sedangkan bulan baru lahir pada pukul 20.01.
Berdasarkan data tersebut, kelahiran bulan baru terjadi setelah matahari terbenam di Australia. Dengan demikian, bulan Ramadan tidak dapat dimulai pada malam Selasa tersebut. Oleh karena itu, awal Ramadan 1447 H di Australia ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Malam pertama Ramadan sekaligus pelaksanaan salat Tarawih akan dimulai pada Rabu malam, 18 Februari 2026, setelah matahari terbenam atau setelah salat Isya.
Sementara, dilansir dari Gulfnews, di Singapura penetapan tersebut diumumkan oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS). Otoritas keagamaan yang dipimpin Mufti Singapura itu menggunakan metode berbasis perhitungan dengan mengacu pada kriteria visibilitas lokal.
MUIS menjelaskan bahwa pada Selasa, posisi bulan terbenam sebelum matahari, sehingga hilal mustahil terlihat dari wilayah Singapura. Dengan demikian, Kamis, 19 Februari, dikonfirmasi sebagai hari pertama bulan suci Ramadan.
Sementara itu, Oman menjadi negara pertama di kawasan GCC yang mengumumkan awal Ramadan pada tanggal yang sama. Komite utama pemantauan hilal bulan Hijriah menyatakan bahwa Rabu, 18 Februari, akan menyempurnakan bulan Syaban menjadi 30 hari.
Otoritas Oman menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, bulan akan terbenam sebelum atau saat matahari terbenam pada 29 Syaban di seluruh provinsi. Kondisi tersebut membuat rukyat secara visual tidak memungkinkan dilakukan. Keputusan itu disebut selaras dengan pertimbangan agama maupun ilmiah.
Keputusan serupa juga diambil oleh Turki. Pemerintah setempat secara resmi menetapkan Kamis, 19 Februari, sebagai awal Ramadan setelah hasil perhitungan menunjukkan hilal tidak dapat terlihat pada tanggal pengamatan sebelumnya.
Melalui Kepresidenan Urusan Agama, otoritas Turki menyampaikan bahwa visibilitas hilal tidak memungkinkan pada Selasa, 17 Februari, di wilayah-wilayah yang berbagi waktu malam dengan Turki. Karena itu, Ramadan diputuskan dimulai pada Kamis.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







