Panduan Lengkap Tata Cara Niat dan Doa Salat Tarawih serta Witir di Bulan Ramadan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 20 Februari 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi berdoa. (Foto/freepik)
Ilustrasi berdoa. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Salat Tarawih dan Witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dinantikan kehadirannya setiap malam bulan Ramadan.

Dikerjakan selepas salat Isya, Tarawih biasanya dilaksanakan dalam 8 atau 20 rakaat, kemudian ditutup dengan salat Witir dalam jumlah ganjil.

Melengkapi rangkaian ibadah tersebut, umat Muslim dianjurkan memanjatkan doa sebagai wujud permohonan ampunan, keberkahan, dan ridha Allah SWT. Berikut adalah panduan lengkap bacaan niat dan doa yang bisa diamalkan.

1. Niat dan Doa Saat Salat Tarawih

Ibadah dimulai dengan kemantapan hati melalui niat. Sebelum takbiratul ihram, berikut adalah lafadz niatnya:

Niat salat Tarawih نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitu shalata at-tarawihi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ. (Artinya: "Saya berniat salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala.")

Doa di Sela Rakaat Tarawih Pada jeda istirahat antar rakaat, jamaah biasanya membaca rangkaian dzikir berikut:

Syahadat (3x): أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ (Asyhadu alaa ilaha ilallah) - "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah."

Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللهَ (Astaughfirullah) - "Aku mohon ampun kepada Allah."

Memohon Ampunan: اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ كَرِيْم تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَاكَرِيْم (Allahumma Innaka Afuwwun Kariim Tukhibbul Afwa Fa'fuanni) - "Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku yang Maha Mulia."

Memohon Ridha: اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ (Allahumma inna Nas'aluka Ridhaka wal Jannah wa Na'udzhubika min Sakhotika wannaar) - "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan siksa neraka."

2. Doa Kamilin (Setelah Selesai Tarawih)

Usai merampungkan seluruh rakaat Tarawih, dianjurkan membaca doa berikut:

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahummaj‘alna bil imani kamilin. Wa lil faraidli muaddin. Wa lish-shlati hafidhîn. Wa liz-zakâti fa‘ilin. Wa lima ‘indaka thalibin. Wa li ‘afwika rajin. Wa bil-huda mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlin. Wa fid-dunyâ zahdan. Wa fil ‘akhirati raghibin. Wa bil-qadla’I radlin. Wa lin na‘ma’I syakirin. Wa ‘alal bala’i shabirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sa’irina wa alal haudli waridin. Wa ilal jannati dâkhilin. Wa minan nari najin. Wa 'ala sariirl karamati qa'idin. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqin wadîbajin mutalabbisîn. Wa min tha‘amil jannati akilin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaribin. Bi akwabin wa abariqa wa ka‘sin min ma‘in. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dalikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allahummaj‘alna fî hadzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘ada’il maqbulin. Wa lâ taj‘alna minal asyqiya’il mardudin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika yâ arhamar rahimin wal hamdulillâhi rabbil ‘alamin.

(Artinya: "Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.")

3. Doa dan Dzikir Salat Witir

Sebagai penutup rangkaian ibadah malam, berikut adalah dzikir dan doa salat Witir:

Dzikir Setelah Witir: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ Subhânal Malikil Quddûs (dibaca 3x) Artinya: "Maha Suci Allah, Raja yang Maha Suci."

Doa Mohon Perlindungan: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ Allahumma innii a'uudzu biridhooka min sakhothika, wa bimu'aafaatika min 'uquubatika, wa a'uudzubika minka laa uhshii tsanaaan 'alaika', anta kamaa atsnaita 'alaa nafsika. (Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan berlindung kepada-MU dari siksaan-Mu. Aku tidaklah mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung atau memuji diri-Mu sendiri.")

Dzikir Penutup (Syahadat & Istighfar):

Syahadat: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله (Asyhadu an lā ilāha illallāh) - "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah."

Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللهَ (Astaghfirullāh) - "Aku memohon ampunan Allah."

Memohon Surga: أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالْنَّارِ (Allahumma inni as'aluka ridhakawal jannah, wa a'udzu bika min sakhathika wan-nar) - "Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu."

Membaca rangkaian doa ini tidak hanya memperkaya ibadah secara lisan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri serta mengharap ridha Allah SWT di bulan suci yang penuh berkah.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: