Pemerintah Perpanjang Tenor Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN
BeritaNasional.com - Pemerintah memperpanjang tenor penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN hingga September 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, kebijakan penempatan dana tersebut pertama kali diterapkan pada 13 September 2025 dengan tenor enam bulan dan seharusnya jatuh tempo pada 13 Maret 2026.
Namun, hasil rapat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia memutuskan tenor diperpanjang enam bulan ke depan.
"Kami bertemu Gubernur BI Jumat pekan lalu untuk konsolidasi kebijakan. Penempatan Rp200 triliun yang jatuh tempo pada 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan," kata Purbaya, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, perpanjangan ini untuk memastikan likuiditas bank-bank BUMN tetap terjaga sehingga penyaluran kredit tidak terganggu.
"Sebelumnya banyak orang bertanya apakah bank akan kehilangan likuiditas karena dana ditarik pemerintah di Maret. Dengan pernyataan ini, saya tegaskan hal itu tidak akan terjadi," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, kebijakan penempatan dana yang terkoordinasi dengan strategi moneter Bank Indonesia telah memberikan dampak positif terhadap peredaran uang sejak September 2025 hingga Februari 2026.
Ia menyebut, pertumbuhan uang primer (M0) mencapai 11,7 persen pada pekan pertama Februari, sementara kredit tumbuh 10 persen pada Januari dengan suku bunga pinjaman di level 8,80 persen.
"Pertumbuhan M0 sebesar 11,7 persen ini memberi ruang bagi kredit untuk tumbuh double digit. Pertumbuhan M0 akan dijaga tetap double digit, dan Bank Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah dalam hal ini," jelas Purbaya.
Menteri Keuangan menambahkan, pemerintah akan mengevaluasi kembali kebijakan ini pada September 2026.
"Kami akan evaluasi kembali di September nanti, enam bulan setelah perpanjangan. Harapannya, ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi dan berbagai program prioritas pemerintah semakin terlihat hasilnya," ujarnya.
Sebagai informasi, dana Rp200 triliun yang ditempatkan pemerintah pada September 2025 dialokasikan ke:
- BRI: Rp55 triliun
- BNI: Rp55 triliun
- BTN: Rp25 triliun
- BSI: Rp10 triliun

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






