NasDem Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen, Golkar Tawarkan Angka Lebih Moderat

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 24 Februari 2026 | 09:33 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (BeritaNasional/Elvis).
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (BeritaNasional/Elvis).

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang lebih moderat, yaitu naik menjadi 5 persen.

Usulan Golkar ini menanggapi sikap Partai NasDem yang sebelumnya mendorong ambang batas naik menjadi 7 persen.

“Kami mengusulkan angka yang moderat, tapi dikombinasikan dengan factional threshold. Sehingga peluang partai untuk masuk parlemen tetap tinggi, namun tetap terkonsentrasi di fraksi yang cukup besar,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

“Naik sedikit dari sebelumnya, sekitar 5 persen dengan kombinasi factional threshold, cukup ideal,” sambungnya.

Menurut Sarmuji, ambang batas parlemen menjadi instrumen untuk menyederhanakan sistem multipartai. Namun, sistem kepartaian tetap harus mewadahi keanekaragaman aspirasi politik masyarakat.

“Oleh karena itu, perlu diseimbangkan antara keperluan menyederhanakan sistem multipartai dan kepentingan mewadahi aspirasi politik warga,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan partainya tetap konsisten mendorong ambang batas parlemen naik. Pada 2020 lalu, Paloh mengusulkan kenaikan ambang batas dari 4 persen menjadi 7 persen.

“Saya pikir NasDem seharusnya tetap konsisten di situ, kecuali ada perubahan yang sangat signifikan,” ujar Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Paloh menjelaskan, kenaikan ambang batas bertujuan mengubah sistem multipartai menjadi selected party atau sistem partai terbatas. Dengan pembatasan jumlah partai politik, stabilitas pemerintahan diyakini lebih terjaga.

“Dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Ini untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan implementasi manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,” tambahnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: