China Harapkan AS-Iran Upayakan Dialog dan Menahan Kekuatan Militer

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 25 Februari 2026 | 10:41 WIB
Konflik AS Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)
Konflik AS Iran. (BeritaNasional/Gemini AI-Kiswondari)

BeritaNasional.com - Di tengah perundingan nuklir yang belum menemukan titik temu, China berharap agar Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama menahan diri dan mengupayakan keberhasilan negosiasi nuklir dan menahan diri untuk mengerahkan kekuatan militernya. 

"China mengamati perkembangan ini dengan saksama. Kami berharap berbagai pihak akan menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (24/2/2026) waktu setempat.

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan, negaranya sedang menyusun draf tentang kemungkinan kesepakatan dengan AS.

Putaran kedua perundingan nuklir Iran-AS berlangsung di Jenewa pada 17 Februari dengan dimediasi Oman. Putaran selanjutnya akan digelar di Jenewa pada Kamis (26/2/2026) besok.

Putaran baru perundingan itu berlangsung di tengah peningkatan kekuatan militer AS yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia serta rangkaian latihan militer oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam beberapa hari terakhir.

"Eskalasi ketegangan di Timur Tengah tidak menguntungkan pihak mana pun," tambah Mao Ning.

Sedangkan AS, menurut Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, membuka semua opsi dalam pendekatannya terhadap Iran baik diplomasi tapi juga siap dengan rencana darurat jika Iran menolak mencapai kesepakatan.

Hegseth pun menekankan, pihaknya bertugas untuk menyediakan berbagai opsi, termasuk memiliki opsi bagi Presiden Trump jika Iran memutuskan untuk menolak kesepakatan.

Ketika ditanya apakah serangan militer masih dipertimbangkan, Hegseth menjawab bahwa “semuanya masih menjadi opsi.”

Presiden AS Donald Trump melalui media sosial menegaskan, keputusan apa pun terkait tindakan militer pada akhirnya berada di tangannya.

“Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka,” ucap Trump.

Di sisi lain, Iran juga memperlihatkan penguatan pertahanan militernya. Angkatan Laut (AL) Iran dan Rusia, Kamis (19/2) menggelar latihan gabungan di Teluk Oman dan Samudra Hindia bagian utara di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan serangan AS ke Iran.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: