Kronologi Adik Bunuh Kakak dengan Palu di Kelapa Gading Jakut

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 26 Februari 2026 | 12:40 WIB
Ilustrasi Kekerasan. (Foto/freepik)
Ilustrasi Kekerasan. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Aksi MAH (16) seorang adik yang tega memukul kepala kakak kandungnya MAE (22) menggunakan palu hingga tewas di Kelapa Gading, Jakarta Utara tengah menyita perhatian. Kasus ini pun tengah ditangani langsung Polres Metro Jakarta Utara (Jakut).

Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara (Jakut), Kompol Ni Luh Sri Arsini mengatakan bahwa duduk perkara tragedi berdarah ini terjadi saat adik dan kakak sedang di rumah sekira pukul 17.00 WIB pada Selasa (24/2/2026).

“Kejadian, sore ya, sekitar mau jam 5-an. Nah, sebenarnya sih pemicunya karena ada Abangnya tuh naruh ada barang-barang pribadi lah di kamarnya si Adik. Perlengkapan mandi, handuk, gitu,” kata Ni Luh saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).

Akibatnya MAH merasa kesal dengan kakaknya, bahkan ketika ditegur oleh ibunya si kakak MAE tetap mengacuhkan. Sikap itu membuat amarah si adik memuncak sampai berujung pemukulan memakai palu ke kepala korban.

“Itulah pemicu dia menjadi marah sekali gitu. Kemudian langsung ngambil palu dari dapur, diketok ke kepala kakaknya saat kakaknya ngasih makan binatang,” terang dia.

“Kan berkali-kali. Karena emosinya kan pertama kali digetok udah tersungkur, terus masih digetok lagi hampir kurang lebih lima kali itu. Emosinya yang sangat-sangat emosi gitu. Makanya dia melampiaskannya dengan berkali-kali memukul kepala kakaknya,” tambahnya.

Kepada penyelidik, MAH pun mengakui kalau tindakan brutal kepada kakaknya itu adalah luapan emosi yang telah terpendam sejak lama, dari serentetan masalah.

“Sebenarnya kan ada masalah-masalah sebelumnya yang terpendam gitu antara kakak sama adik. Itu ya ini sih komunikasinya agak tersumbat gitu, si adik kan pendiam gitu,” ucap dia.

Selain dendam, MAH juga memiliki rasa cemburu dengan orang tuanya yang lebih perhatian kepada Kakaknya MAE. Atas permasalahan psikologi ini, penyelidik akan me melakukan pemeriksaan Psikiatrikum kepada adiknya.

“Antara lain itu kan puncaknya. Kan sebelumnya juga, ya ada masalah keluarga sih. Internal keluarga gitu kan yang merasa si anak merasa kakaknya lebih diperhatikan gitu, apa maunya diturutin gitu,” tambah dia.

Adapun untuk saat ini penyelidikan masih terus berlangsung, ditangani Satres PPA Polres Metro Jakarta Utara dengan pemeriksaan saksi dan mengumpulkan barang bukti (barbuk).sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: