Irak Tutup Wilayah Udara di Tengah Serangan Israel dan AS terhadap Iran

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi Irak menutup wilayah udaranya di tengah serangan Israel dan AS terhadap Iran. (Foto/Freepik)
Ilustrasi Irak menutup wilayah udaranya di tengah serangan Israel dan AS terhadap Iran. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Pemerintah Irak mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh wilayah udara negaranya pada Sabtu (28/2/2026). 

Keputusan ini diambil menyusul dimulainya serangan militer Israel terhadap Iran yang memicu ketegangan hebat di kawasan Timur Tengah.

Pengumuman penutupan ruang udara ini disampaikan langsung oleh Kementerian Transportasi Irak melalui juru bicaranya, Maetham al-Safi.

Maetham al-Safi menjelaskan langkah ini merupakan prosedur darurat untuk menjamin keselamatan penerbangan sipil di tengah situasi konflik yang tidak menentu. 

Sebelum penutupan resmi diberlakukan, otoritas penerbangan Irak telah melakukan evakuasi terhadap seluruh pesawat yang tengah melintas atau berada di wilayah udara Irak.

"Penutupan ini didahului dengan pengosongan wilayah udara dari semua pesawat guna memastikan keselamatan di tengah meningkatnya ketegangan regional," ujar al-Safi dalam pernyataan resminya.

Langkah Irak ini dipicu oleh serangan "preemptif" Israel ke wilayah Iran yang terjadi pada Sabtu pagi. 

Mengingat posisi geografis Irak yang berada di antara kedua negara yang bertikai, penutupan wilayah udara dianggap sebagai tindakan preventif untuk menghindari insiden salah sasaran atau dampak dari pertempuran udara di kawasan tersebut.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai sampai kapan penutupan ini akan berlangsung. Otoritas Irak terus memantau perkembangan situasi militer di negara tetangga sebelum memutuskan untuk membuka kembali jalur penerbangan internasional.

Diketahui, Israel bersama Amerika Serikat (AS) membombardir wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Serangan ini diklaim bertujuan untuk melenyapkan ancaman langsung yang mengintai wilayah Israel.

Kementerian Pertahanan Israel mengeluarkan pernyataan mengejutkan bahwa seluruh jajaran pemimpin tinggi Iran kini masuk dalam daftar target operasi militer mereka, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: