Reza Pahlavi Ajak Militer Iran Tinggalkan Rezim Setelah Kabar Khamenei Tewas

Oleh: Imantoko Kurniadi
Minggu, 01 Maret 2026 | 10:24 WIB
Pangeran Reza Pahlavi, Putra mendiang Shah Iran. (Foto/doc. X Pahlavi)
Pangeran Reza Pahlavi, Putra mendiang Shah Iran. (Foto/doc. X Pahlavi)

BeritaNasional.com -  Pangeran Reza Pahlavi angkat bicara menyusul laporan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Putra mendiang Shah Iran itu menyatakan momentum ini bisa menjadi titik balik bagi masa depan negara tersebut.

Reza Pahlavi merupakan anak dari mantan penguasa Iran, Mohammad Reza Pahlavi, yang pemerintahannya tumbang dalam Revolusi Islam 1979.

Sejak lama ia dikenal sebagai salah satu tokoh oposisi yang menyerukan perubahan sistem politik di Iran.

Seruan kepada Militer dan Aparat Keamanan

Melalui akun resminya di platform X, Pahlavi menyampaikan pesan langsung kepada militer, aparat penegak hukum, dan pasukan keamanan Iran. Ia menilai upaya mempertahankan rezim yang disebutnya tengah melemah tidak akan berhasil.

"Anda telah bersumpah untuk melindungi Iran dan rakyat Iran, bukan untuk melindungi Republik Islam dan para pemimpinnya. Tugas Anda adalah membela rakyat, bukan mempertahankan rezim yang telah menyandera tanah air kita melalui penindasan dan kejahatan. Bergabunglah dengan rakyat dan bantu wujudkan transisi yang stabil dan aman. Jika tidak, Anda akan tenggelam bersama kapal karam Khamenei dan rezimnya," tulisnya di akun X resminya @PahlaviReza, dikutip Minggu (1/3/2026)

Menurutnya, aparat negara memiliki kesempatan terakhir untuk berpihak kepada rakyat dan berkontribusi dalam proses transisi menuju Iran yang lebih bebas dan sejahtera.

Ia juga menekankan pentingnya stabilitas dalam setiap perubahan yang mungkin terjadi.

Dalam pernyataan lanjutan, Reza Pahlavi menyebut situasi ini bisa menjadi awal dari “perayaan nasional besar”, namun ia mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang. Ia meminta masyarakat tetap waspada dan siap menghadapi dinamika yang mungkin berkembang dalam waktu dekat.

"Dalam jam-jam dan hari-hari yang sensitif ini, kita harus lebih dari sebelumnya tetap fokus pada tujuan utama kita: merebut kembali Iran.

"Saya meminta Anda untuk sementara waktu tetap berada di rumah dan menjaga ketenangan serta keselamatan. Tetap waspada dan siap, sehingga pada saat yang tepat. Kita sangat dekat dengan kemenangan akhir. Saya berharap segera dapat berdiri di sisi Anda agar bersama-sama kita dapat merebut kembali Iran dan membangunnya kembali," tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: