Ali Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung Nasional
BeritaNasional.com - Iran memasuki masa berkabung nasional setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dilaporkan tewas.
Di tengah situasi keamanan yang belum stabil dan rentetan serangan yang masih berlangsung, suasana duka menyelimuti ibu kota.
Laporan dari Teheran seperti dikutip dari aljazeera, menyebutkan warga mulai memadati sejumlah ruas jalan tak lama setelah kabar kematian Khamenei disiarkan media pemerintah. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari, dengan berbagai upacara penghormatan yang dijadwalkan digelar dalam beberapa pekan ke depan.
Namun, prosesi duka itu berlangsung di tengah kondisi yang mencekam. Beberapa jam sebelum pengumuman resmi, terdengar suara ledakan besar di ibu kota. Hingga kini, belum ada keterangan detail mengenai sumber maupun dampak ledakan tersebut.
Televisi Pemerintah Umumkan Kematian Khamenei
Media pemerintah melalui Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) pada Minggu (1/3/2026) mengumumkan bahwa Ali Khamenei telah meninggal dunia.
Hanya saja sang penyiaran TV tersebut tidak langsung memaparkan kronologi lengkap terkait insiden yang menewaskannya.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Khamenei tewas di kantornya pada Sabtu (28/2/2026). Dalam pernyataan resminya, lembaga tersebut menyebut kematian sang pemimpin sebagai awal dari “kebangkitan besar melawan tirani dunia.”
Pengumuman 40 hari berkabung nasional langsung diberlakukan di seluruh wilayah Iran. Masa berkabung ini diperkirakan akan diisi dengan doa bersama, penghormatan kenegaraan, serta pengamanan ketat di sejumlah kota besar.
Kabar wafatnya Khamenei juga memicu reaksi dari luar negeri. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform media sosialnya, Truth Social, menyebut Khamenei telah meninggal dunia.
Dalam unggahannya, Trump melontarkan pernyataan keras dengan menyebut Khamenei sebagai salah satu tokoh paling jahat dalam sejarah. Pernyataan tersebut segera menjadi perhatian publik internasional dan memicu perdebatan di berbagai platform global.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







