Kedubes Iran: Serangan AS-Israel Menewaskan Ratusan Anak-anak

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 02 Maret 2026 | 19:51 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (tengah) (Beritanasional/Meta)
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (tengah) (Beritanasional/Meta)

BeritaNasional.com - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan, selama ini Amerika Serikat (AS) mengklaim selalu ingin membantu masyarakat Iran. Namun AS yang mengaku membantu, malah berakhir membunuh anak-anak Iran dengan melakukan serangan ke sekolah-sekolah dan rumah sakit Iran.

"AS selalu mengaku membantu rakyat negara lain, namun faktanya kemarin Sabtu, AS dan Israel malah melancarkan serangan terhadap berbagai tempat sipil, sekolah, dan rumah sakit di Iran,"  ujarnya.

Dalam serangan AS dan Israel, ujar dia, mereka menyerang sekolah, anak-anak SD, rumah sakit. Serangan mereka menyebabkan ratusan anak sekolah luka-luka.

"Mereka juga menyerang kantor Ayatollah Ali Khamenei hingga ia meninggal dunia.  Dalam Serangan ini lebih dari 255 warga jadi korban, kebanyakan wanita dan anak anak," katanya. 

Zionis Israel dan AS telah membuktikan mereka tak menghormati bulan Ramadan dan orang-orang yang sedang puasa. "Sebanyak 200 anak-anak dibunuh dalam serangan AS dan Israel tersebut."

Hal ini, terang Mohammad Boroujerdi, menunjukkan AS tidak patuh terhadap hukum diplomasi dan negosiasi. Saat kami sedang di meja perundingan, AS dan Zionis Israel melakukan serangan ke Iran."

"Negosiasi sudah mencapai titik terang, namun Israel dan AS tiba-tiba melakukan serangan ke Iran," katanya.

Tentu saja Israel dan AS membuktikan mereka melakukan pelanggaran hukum internasional dan piagam PBB. "Mereka melakukan agresi terang-terangan kepada kami," ujarnya.

Iran punya hak untuk menanggapi dan memberikan respons nyata atas serangan yang diterimanya.

"Tentu saja berdasar piagam PBB kita punya hak bela diri, kami juga melakukan serangan terhadap berbagai basis militer AS di negara tetangga kami," katanya.

Israel, lanjutnya, telah menyerang semua negara tetangga, sekarang mereka melakukan serangan karena menganggap Iran sebagai ancaman. Mereka melakukan serangan pre-emptive strike. "Padahal kami tak pernah melakukan invasi ke negara lain, tapi dicap sebagai negara berorientasi perang."


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: