Kapolri Catat Potensi Gangguan saat Arus Mudik di Tol Trans Jawa
BeritaNasional.com - Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan beberapa catatan yang harus diwaspadai seluruh jajaran dalam pengamanan arus mudik libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Catatan itu disampaikan Sigit terkait hasil survei jalur yang telah dilakukan, di mana ditemukan beberapa titik yang berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas di jalur Tol Trans Jawa dan Pantura.
“Untuk jalur Tol Trans Jawa–Pantura, masih terdapat bottleneck di beberapa titik, mungkin bisa dibaca,” kata Sigit dikutip Selasa (3/3/2026).
Selain bottleneck, lanjut Sigit, potensi perlambatan di jalur-jalur arteri juga perlu diantisipasi. Salah satunya dampak pasar tumpah atau aktivitas keramaian warga setempat yang berbarengan dengan arus mudik.
“Juga gangguan-gangguan lain, seperti tadi disampaikan ada pasar tumpah,” ujarnya.
Tidak luput dari perhatian, Sigit juga menyoroti faktor cuaca yang diprediksi masih ekstrem hingga Maret 2026. Ia menegaskan seluruh personel harus bersiaga agar dapat memberikan respons cepat apabila terjadi gangguan.
“Kemudian potensi terjadinya kerusakan akibat hujan, yang kemudian bisa menyebabkan pohon tumbang dan sebagainya,” terang dia.
“Potensi rawan bencana tentunya juga harus dipertimbangkan untuk mempersiapkan jalur-jalur yang harus diantisipasi manakala terjadi banjir rob,” tambahnya.
Dalam pengamanan ini, Polri akan menggelar Operasi Ketupat mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.
Dengan mengusung tagline tahun ini, ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’, seluruh pelaksanaan pengamanan akan dikedepankan melalui langkah preemptive dan preventive, serta penegakan hukum.
“Oleh karena itu, tolong penempatan personel, pengelolaan hambatan mulai dari rest area, bottleneck, lokasi parkir liar, pembatasan angkutan barang, rekayasa pada gerbang tol, dan seterusnya, tentunya menjadi hal yang harus terus dianalisis dan dievaluasi. Sehingga pelaksanaan di lapangan juga betul-betul bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






