Wapres Gibran Tinjau Pelatihan AI dan Robotik Santri di Ponpes Baitul Arqom

Oleh: Panji Septo R
Kamis, 05 Maret 2026 | 13:20 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka tinjau pelatihan AI adan robotik santri di Ponpes Jawa Barat. (Foto/Setwapres)
Wapres Gibran Rakabuming Raka tinjau pelatihan AI adan robotik santri di Ponpes Jawa Barat. (Foto/Setwapres)

BeritaNasional.com -  Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau kegiatan pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotik bagi santri di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Kunjungan pada Rabu (4/3/2026) tersebut dilakukan untuk melihat pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran di lingkungan pesantren.

Peninjauan itu berkaitan dengan upaya penguatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang inklusif, termasuk di pesantren, dalam menghadapi transformasi digital.

Dalam kegiatan tersebut, Gibran melihat sejumlah proyek robotik yang dikembangkan para santri di antaranya, robot pengalir air wudhu otomatis, robot berkaki dua, robot sumo, hingga robot pemain bola yang disiapkan dalam ajang kompetisi.

“Ini tadi kita sudah meninjau beberapa murid yang sedang belajar membuat robot dan juga belajar AI," ujar Gibran dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

"Tadi ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis, ada robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sumo dan robot pemain bola yang bisa dikompetisikan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga meninjau santriwati yang sedang mempelajari pemanfaatan teknologi AI menggunakan perangkat digital.

“Tadi santriwati juga belajar AI. Saya tekankan pentingnya santri dan santriwati untuk mengikuti perkembangan zaman," kata dia.

"Kalau santri akhlaknya baik, ngajinya baik, tapi akan lebih baik lagi kalau bisa menguasai teknologi-teknologi terkini seperti AI dan robotik,” lanjutnya.

Gibran menjelaskan pembelajaran teknologi di pesantren tidak bertujuan menjadikan seluruh santri sebagai programmer, melainkan melatih pola pikir kritis dan inovatif.

“Coding itu melatih anak-anak muda untuk berpikir kritis, critical thinking, dan berpikir komputasional. Ini penting sekali karena ke depan persaingan akan semakin ketat. Saya tidak ingin santri-santriwati di pondok ini ketinggalan,” ujarnya.

Ia menilai proyek robotik yang ditampilkan masih berada pada tahap dasar, namun berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

“Yang dipelajari tadi masih basic-basic (dasar), tapi ini bisa dikembangkan lagi. Robot-robot seperti ini setiap tahun ada kompetisinya, jadi inovasinya bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Gibran juga berpesan kepada para guru agar terus memperbarui pengetahuan di tengah perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi ini sangat cepat. Guru tidak boleh ketinggalan dari muridnya,” tutupnya. sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: