Anjing K9 dan Drone Diterjunkan dalam Pencarian Korban Lahar Gunung Merapi

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 05 Maret 2026 | 13:25 WIB
Ilustrasi Gunung Merapi (Foto/Pixabay)
Ilustrasi Gunung Merapi (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com -  Dalam pencarian dua korban banjir lahar di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Tim SAR gabungan turut menerjunkan anjing pelacak (K-9) milik Polresta Magelang dan memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak (drone) untuk mempercepat pencarian dan mendeteksi keberadaan korban yang dicurigai tertimbun material. Anjing tersebut menyisir area yang telah dipetakan berdasarkan laporan saksi. 

Hal ini dilakukan menyusul sulitnya medan pencarian akibat timbunan material pasir, batu, dan lumpur setebal hingga beberapa meter di sejumlah titik sepanjang alur sungai. Arus lahar yang sebelumnya deras juga menyebabkan perubahan kontur sungai sehingga menyulitkan identifikasi lokasi korban.

"Ada beberapa metode yang pertama kita menggunakan K9, kemudian kita penyisiran manual itu kita menggunakan, personel menusuk-nusuk.Ya, untuk drone kita juga gunakan, tujuannya adalah untuk memetakan wilayah sepanjang Sungai Senowo," kata Komandan SAR Gabungan Arif Yulianto dalam keterangannya, Kamis (4/3/2026).

Arif menjelaskan, penggunaan drone dilakukan untuk pemantauan visual dari udara. Drone diterbangkan secara berkala untuk memetakan wilayah terdampak, memantau pergerakan material, serta mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban.

Dari hasil pemantauan udara, tim SAR dapat melihat pola endapan material lahar, jalur aliran terbaru, hingga area yang rawan longsor susulan. Data visual tersebut kemudian dijadikan dasar untuk menentukan prioritas penyisiran oleh tim.

"Tujuannya untuk mempermudah kita juga apabila bisa terdeteksi dengan drone. Untuk kesulitan kita itu dengan Tebalnya material pasir dan juga cuaca yang tidak menentu," terangnya. 

Selain fokus pada pencarian, tim SAR juga memperhatikan faktor keselamatan personel. Setiap pergerakan tim dilakukan dengan pengawasan ketat mengingat potensi banjir lahar susulan masih ada apabila hujan kembali mengguyur kawasan puncak.

Proses pencarian masih berlangsung hingga saat ini dan tim terus memperluas area penyisiran sesuai hasil analisis lapangan dan pemantauan udara. Petugas pun mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi terdampak demi keselamatan bersama serta memberikan ruang bagi tim SAR untuk bekerja secara optimal.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: