BRIN Temukan Katak Semak Baru di Merapi, Diberi Nama Philautus candrageni

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 05 Juli 2026 | 18:31 WIB
BRIN Temukan Katak Semak Baru di Merapi. (Foto/BRIN)
BRIN Temukan Katak Semak Baru di Merapi. (Foto/BRIN)

BeritaNasional.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru katak semak endemik di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta. Spesies baru tersebut diberi nama Philautus candrageni dan menambah daftar keanekaragaman genus Philautus di Pulau Jawa.

Penemuan tersebut merupakan hasil penelitian tim Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN yang dipimpin Alamsyah Elang Nusa Herlambang bersama sejumlah kolaborator. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan intensif di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode 2017–2025 serta kajian spesimen koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN.

Dalam publikasi penelitian, tim peneliti menyebutkan Philautus candrageni menjadi spesies baru katak semak yang ditemukan di kawasan Gunung Merapi. Temuan tersebut menambah jumlah spesies endemik genus Philautus di Pulau Jawa yang sebelumnya tercatat hanya terdiri dari tiga spesies.

Selain menemukan spesies baru, penelitian tersebut juga memperjelas status taksonomi Philautus jacobsoni, spesies terancam punah yang sebelumnya memiliki data sangat terbatas dan bahkan pernah dikategorikan sebagai "lost species".

Alamsyah menjelaskan spesies baru itu memiliki sejumlah karakteristik berbeda dibandingkan kerabat terdekatnya, baik dari sisi morfologi, genetik, maupun bioakustik.

“Philautus candrageni memiliki ciri tubuh berukuran sedang, struktur kepala dengan canthus rostralis yang tegas, tekstur kulit dorsal relatif halus, serta pola panggilan kawin unik yang terdiri dari tiga nada berbeda,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Identifikasi spesies baru tersebut dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif dengan menggabungkan analisis morfologi, filogenetik molekuler berbasis DNA mitokondria, serta analisis bioakustik suara panggilan.

Penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel lapangan di Gunung Ungaran, Pegunungan Menoreh, dan Gunung Merapi. Seluruh spesimen kemudian dianalisis secara morfometrik dan genetik sebelum didokumentasikan sebagai bagian dari koleksi nasional di MZB BRIN.

Berdasarkan hasil penelitian, Philautus candrageni diketahui memiliki persebaran terbatas di lereng Gunung Merapi dan hidup pada habitat perkebunan serta kawasan pegunungan dengan ketinggian menengah.

Alamsyah menilai spesies endemik dengan distribusi terbatas memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan lingkungan, termasuk degradasi habitat akibat aktivitas manusia maupun perubahan ekosistem.

“Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang lebih terarah untuk menjaga habitat alami spesies endemik agar keberlangsungan populasinya tetap terjaga di alam,” jelas Alamsyah.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Zootaxa Volume 5768 edisi Maret 2026 berjudul Revisiting the Taxonomy of Javan Philautus (Anura: Rhacophoridae), with the Description of a New Species.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: