Presiden Instruksikan Percepatan PLTS, Kendaraan Listrik, dan Kompor Listrik

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 06 Maret 2026 | 17:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para ketua umum partai politik di Istana Jakarta. (Foto/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para ketua umum partai politik di Istana Jakarta. (Foto/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para menteri mempercepat tiga inisiatif energi baru dan terbarukan (EBT) dalam rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Langkah tersebut meliputi percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik, serta konversi kompor gas LPG menjadi kompor listrik.

Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan percepatan riset dan kajian pembangunan PLTS menjadi salah satu fokus pemerintah.

Program ini ditargetkan menyediakan PLTS dengan total kapasitas hingga 100 gigawatt (GW) di berbagai wilayah Indonesia.

"Jadi, itu adalah arahan Presiden. Nanti Pak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan menjadi koordinatornya," kata Brian.

Menurut Brian, arahan lain dari Presiden adalah mempercepat konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi ketergantungan impor energi.

"Jadi Pak Presiden meminta agar beberapa menteri terkait mempercepat pelaksanaan ini sehingga ketergantungan kita terhadap impor, terhadap harga yang mungkin cepat berubah, itu bisa dikurangi," ujar Brian.

Selain itu, pemerintah juga diminta mempercepat konversi kompor LPG ke kompor listrik untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan menekan beban subsidi.

"(Maka) nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG dan beban subsidi LPG ini bisa kita kurangi," ucap Brian.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden juga meminta agar implementasi berbagai inisiatif EBT tersebut segera dijalankan dan dapat terealisasi dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

"Dan tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat. Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat," tandas Bahlil. sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: