Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Kekeringan
BeritaNasional.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan, antara lain melalui program pompanisasi lahan pertanian yang sebelumnya telah menjangkau 1,2 juta hektare dan akan ditambah lagi 1 juta hektare pada tahun ini.
“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ujarnya.
Secara keseluruhan kondisi pangan nasional tetap stabil meskipun dunia menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim.
“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman," imbuhnya.
Ia memastikan kondisi pangan nasional khususnya beras dalam keadaan aman dan terkendali.
Totalketersediaan beras mencapai 27,99 juta ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 324 hari ke depan.
Hal itu disampaikan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Stok beras nasional sambung dia, terdiri dari cadangan Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.
“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Amran, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menyebut produksi beras nasional saat ini berada di kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dari konsumsi rata-rata nasional yang mencapai 2,59 juta ton per bulan.
Menurut Amran, pada periode Januari hingga Mei 2026 produksi beras tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton, menunjukkan tren positif sektor pertanian di tengah berbagai tantangan global.
“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Amran.
Selain itu, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog juga diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat seiring panen raya di sejumlah daerah.
“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok Bulog bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” ucapnya.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






