Lebih dari 100 Rumah Rusak Akibat Gerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi, Ratusan Jiwa Mengungsi

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:37 WIB
Rumah warga rusak berat akibat fenomena tanah bergerak di Sukabumi Jawa Barat. (BeritaNasional/BNPB)
Rumah warga rusak berat akibat fenomena tanah bergerak di Sukabumi Jawa Barat. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com -  Sebanyak 114 unit rumah di Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi akibat fenomena gerakan tanah yang dipicu oleh peningkatan intensitas hujan sejak Rabu (4/3/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan berdasar data mutakhir, Jumat (6/3/2026) kerusakan tersebut mencakup 70 unit rumah rusak berat (RB), 26 unit rusak sedang (RS), dan 18 unit rusak ringan (RR), sementara 9 unit rumah lainnya berada dalam posisi terancam.

"Bencana yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling ini berdampak pada 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa," ujarnya. 

Situasi keamanan dan kondisi bangunan yang tidak stabil memaksa 120 kepala keluarga yang terdiri dari 407 jiwa untuk meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain sektor pemukiman, kerusakan juga tercatat pada satu unit fasilitas pendidikan dan akses jalan di wilayah terdampak.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Sukabumi telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak melalui SK Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026 yang berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai tanggal 4 hingga 10 Maret 2026.

:Penetapan status ini bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat dan mempermudah akses koordinasi antarinstansi di lapangan," terangnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat dan instansi terkait terus melakukan kaji cepat (assessment) serta pendataan mendalam di lokasi kejadian. Posko Tanggap Darurat Bencana telah didirikan untuk mengoordinasikan bantuan dan layanan bagi para penyintas.

"Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur perangkat daerah, relawan, dan masyarakat tengah berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, terutama bahan logistik dapur umum, air bersih, perlengkapan bayi dan lansia, serta peralatan tidur," ucapnya 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau masyarakat di wilayah rawan gerakan tanah untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi panjang, dan segera mengikuti instruksi evakuasi dari petugas setempat guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: