Safari Ramadan di Sumsel, Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Bangsa

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 08 Maret 2026 | 09:11 WIB
Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Bangsa. (Foto/Humas Polri).
Kapolri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Bangsa. (Foto/Humas Polri).

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau kepada seluruh tokoh Agama, masyarakat, mahasiswa, buruh dan elemen lainnya untuk menjaga nilai persatuan dan kesatuan agar tidak mudah terpancing dengan isu yang bisa memecah belah bangsa.

Imbauan itu disampaikan Sigit saat kegiatan safari ramadhan di Polda Sumatera Selatan (Sumsel) yang dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat pada Sabtu (7/3/2026) kemarin.

 "Rakyat semua harus bersatu sehingga kemudian terhadap segala situasi yang ada kita dalam satu barisan. Tentunya harapan kita semua masyarakat menghadapi situasi yang ada jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang kemudian bisa ikut memperburuk dan memecah belah persatuan," kata Sigit, dikutip Minggu (8/3/2026). 

Sigit mencontohkan, persatuan elemen bangsa pernah menjawab tantangan yang terjadi di Indonesia, seperti Pandemi Covid-19. Berkat adanya persatuan dan kesatuan, negara saat ini bisa terus bertumbuh perekonomiannya. 

"Karena antara umarah, ulama, seluruh masyarakat bersatu, kita bisa kembali, ekonomi kita bisa tumbuh saat itu," ujar Sigit. 

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Sigit mengajak untuk bersama-sama menghadapi apapun dinamika yang terjadi akibat konflik di negara Timur Tengah.   

"Yakinlah bahwa pemerintah tentu akan melakukan langkah-langkah yang terbaik. Bapak Presiden berjanji bahwa saya akan melindungi seluruh rakyat saya, seluruh tumpah darah yang ada sesuai dengan amanah Konstitusi," ucap Sigit. 

"Dan kita semua harus mendukung apa yang menjadi langkah-langkah beliau sebagai wujud bahwa Indonesia walaupun terdiri dari berbagai macam suku bangsa penuh dengan keberagaman tapi kita memiliki satu tekad dan semangat yang sama untuk bersama-sama bersatu menjaga negara kita yang tercinta," tambah Sigit.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: