OpenAI Kembali Tunda Peluncuran Mode Dewasa di ChatGPT
BeritaNasional.com - OpenAI kembali menunda peluncuran fitur Mode Dewasa yang sebelumnya dijanjikan untuk memberi ruang bagi pengguna dewasa terverifikasi untuk mengakses konten dewasa.
Rencana ini pertama kali diungkapkan CEO OpenAI Sam Altman pada Oktober 2025.
Saat itu, ia mengusung prinsip "treat adults like adults" (memperlakukan orang dewasa sebagaimana mestinya) dengan janji akan melonggarkan batasan konten bagi pengguna yang sudah melewati verifikasi usia.
Ini bukanlah kali pertama jadwal peluncuran fitur tersebut meleset. Awalnya, fitur ini ditargetkan rilis pada Desember 2025.
Namun, Sam Altman dilaporkan mengirim memo internal yang menginstruksikan timnya untuk kembali fokus pada pengalaman inti ChatGPT.
Jadwal pun sempat digeser ke kuartal pertama tahun ini, sebelum akhirnya diputuskan untuk ditunda kembali.
Juru bicara OpenAI menjelaskan bahwa alasan di balik penundaan terbaru ini adalah pergeseran prioritas. Perusahaan ingin lebih fokus pada pengembangan aspek fundamental yang lebih dibutuhkan oleh mayoritas pengguna saat ini.
"Kami menunda peluncuran mode dewasa untuk fokus pada pekerjaan yang menjadi prioritas lebih tinggi bagi lebih banyak pengguna, seperti pengerjaan aspek kecerdasan, kepribadian, dan membuat chatbot menjadi lebih proaktif," ujar juru bicara OpenAI yang dikutip dari TechCrunch pada Minggu (8/3/2026).
Meskipun demikian, OpenAI menegaskan pihaknya tidak membatalkan rencana tersebut.
Mereka tetap memegang teguh prinsip untuk memberikan kebebasan konten bagi pengguna dewasa, namun mengaku butuh waktu lebih lama untuk memastikan pengalaman tersebut berjalan dengan tepat dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai tanggal rilis baru untuk fitur kontroversial ini. 
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





