Dewan Energi Nasional Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 09 Maret 2026 | 11:02 WIB
Sejumlah pengendara mengantri BBM di SPBU (Beritanasional/Elvis)
Sejumlah pengendara mengantri BBM di SPBU (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Anggota Dewan Energi Nasional, M Kholid Syeirazi, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, Pertamina siap menjaga pasokan BBM agar tetap stabil.

Kholid menjelaskan bahwa informasi mengenai cadangan BBM sekitar 20 hari bukan berarti persediaan akan habis setelah periode tersebut. Hal itu karena Pertamina terus melakukan pengisian ulang dan stabilisasi stok secara berkala.

"Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi," ujarnya dilansir dari Antara, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa cadangan energi terbagi menjadi tiga jenis, yakni cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional. Angka cadangan sekitar 20 hingga 23 hari yang sering disebut merujuk pada cadangan operasional yang disiapkan oleh badan usaha seperti Pertamina.

Cadangan operasional tersebut bersifat sirkuler, sehingga ketika stok digunakan akan kembali diisi melalui pasokan baru, termasuk dari sumber impor.

Sementara itu, cadangan penyangga energi bersifat wajib dan harus disiapkan oleh pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan ini diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi yang mengatur penyediaan Cadangan Penyangga Energi (CPE) oleh pemerintah.

Kholid menegaskan bahwa ketersediaan BBM dipastikan aman, termasuk menjelang Idulfitri. Ia menyebut cadangan Pertalite bahkan mencapai 28 hari, sedangkan Pertamax sekitar 29 hari. Selain itu, stok Avtur juga dipastikan mencukupi.

”Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler. Jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk," ujar Kholid.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Pertamina juga masih memproduksi minyak melalui kegiatan pengeboran serta eksplorasi untuk menambah cadangan energi nasional.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan bahwa cadangan sekitar 20 hari yang dimaksud merupakan cadangan operasional yang tersimpan di fasilitas penyimpanan.

”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” katanya.

Menurut Komaidi, cadangan operasional sekitar 20 hari di Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain di kawasan. Ia menyebut cadangan operasional di Vietnam sekitar 15 hari, sedangkan di Laos hanya sekitar 10 hari.

Karena itu, ia berharap masyarakat tetap tenang, terutama menjelang Idulfitri. Ia menilai Pertamina telah menyiapkan distribusi energi dengan baik, termasuk melalui pembentukan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri.

"Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman," ujarnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: